Jalur Laut Pelabuhan Mamuju Dianggap Belum Normal

0
24
MAMUJU — Jalur pelayaran di Pelabuhan Belang Belang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, dinilai belum aman dilalui bagi kapal bertonase besar karena di bawah laut jalur pelayaran itu kondisinya belum normal

“Kondisi jalur pelayaran dipelabuhan Belang Belang, Mamuju, pada bagian utara belum aman dan normal karena di bawahnya masih banyak batu karang,” kata ketua Lembaga Penelitian dan Pengawasan Pertambangan (LP3) Punggawa Malolo, Muhammad As`ad, di Mamuju, Minggu.

Ia mengatakan, meskipun telah dua kali dilakukan pengerukan dengan menggunakan anggaran Rp50 miliar namun kondisi pelabuhan Mamuju, yang merupakan pelabuhan terbesar di Sulbar, itu tetap belum normal untuk dilalui kapal besar sejenis milik PT Pelni.

“Kalau banyak karang, maka otomatis kapal dikhawatirkan bisa kandas ketika melalui jalur pelayaran bagian utara. Dengan demikian, kapal tidak bisa masuk kepelabuhan Mamuju dalam kondisi berpapasan,” katanya.

Menurut dia, jalur pelabuhan di bagian utara seharusnya merupakan jalur pelayaran untuk keluar dari pelabuhan Belang Belang, Mamuju, yang di depannya terdapat pulau kecil.

Namun karena kondisinya yang masih dangkal sehingga kapal yang masuk kepalabuhan itu hanya bisa melalui jalur di sebelah selatan.

“Kalau hanya bisa melalui jalur selatan maka jalur masuk kepelabuhan Belang Belang Mamuju akan sempit dengan demikian jalur pelayaran akan tidak mampu normal sebagai sarana angkutan laut,” katanya.

Ia mengatakan, pengerukan alur laut pelabuhan Mamuju dianggap tidak efektif. Sebab, masih sempitnya alur pelabuhan itu di lalui kapal secara berpapasan dan masih banyak karang. Pekerjaan pengerukan pelabuhan tersebut dipertanyakan karena yang dikeruk hanya pasir dan bukan karang sehingga pelabuhan Mamuju dianggap dangkal.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here