KPU Mamuju Utara yakini Gugatan Amar Ditolak

0
2

MAMUJU UTARA — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Mamuju Utara (Matra), Sulawesi Barat, ikut meyakini gugatan yang dilayangkan pasangan calon bupati dan calon wakil bupati, Abdullah Rasyid-Marigun Rasyid (Amar) ke Mahkamah Konstitusi (MK) bakal ditolak.

“Sengketa perselisihan hasil pilkada Matra mulai disidangkan oleh MK sejak 8 Januari yang lalu. Jadwal sidang berikutnya dimulai 13 Januari nanti dengan agenda mendengarkan jawaban termohon (KPU Matra). Tapi kami yakin, prosesnya akan berakhir penolakan,” kata Ketua KPUD Matra, Ishak Ibrahim di Mamuju, Minggu.

Ishak Ibrahim menyampaikan bahwa melalui kuasa hukumnya telah mempersiapkan segala sesuatunya dalam rangka sidang kedua nanti, termasuk jawaban sekaligus bantahan atas dalil-dalil yang diajukan oleh pemohon (kuasa hukum Amar.red).

Ia menyebutkan, ada dua poin penting yang diperkuat dalam rangka menggugurkan gugatan pasangan Abdullah Rasyid dan Marigun Rasyid ini, yakni masalah tenggat waktu gugatan yang telah lewat dan terkait selisih perolehan suara antara pasangan pemenang dengan pasangan Amar yang cukup jauh.

Berdasarkan fakta yang ada sambung dia, gugatan Amar terang telah waktu, dimana gugatan dimasukan pada tanggal 22 Desember, sementara pengajuan gugatan itu maksimal hingga 20 Desember. Kemudian selisih perolehan suara yang cukup jauh yakni mencapai 18 persen, sementara dalam UU yang ada nyata disebutkan bahwa gugatan bakal diproses jika selisih hanya dua persen kebawah.

” Saya tidak bisa mendahului ketentuan ya, tapi saya yakin 90 persen gugatan mereka akan ditolak, lagian pada saat sidang pertama itu kuasa hukum pemohon juga telah mengakui bahwa gugatan mereka telah lewat waktu,” ujarnya.

Ishak juga menilai susunan gugatan Amar tidak beraturan, sebab mereka tidak memfokuskan dalil-dalil gugatannya pada selisih hasil yang dipersengketakan. Mereka malahan banyak mengajukan dalil terkait indikasi pelanggaran pelaksanaan pilkada Matra, yang menurutnya juga sebagian tidak berdasar.

“Mereka bilang ada KPPS tidak diambil sumpahnya sebelum menjalakan tugas, mana ada seperti itu. Pada hari pencoblosan itu KPPS telah diambil sumpahnya yang dipimpin oleh ketua KPPS, kemudian masalah DPT ganda, kami tidak pungkiri itu ada, tapikan apa benar benar telah memilih dua kali,” sambung Ishak.

Dalam menghadapi gugatan di MK ini sendiri, KPU Matra didampingi oleh pengacara asal Makassar, diantaranya Andi Mappinawang dan Abdul Kadir Wokanubun.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here