Pekerjaan Jembatan Sungai Tello “Lalod”

0
3
MAKASSAR — Proyek pembangunan Jembatan Sungai Tallo tidak selesai sesuai kontrak pasalnya pembangunan jembatan yang bersumber dana APBN tahun anggaran 2015 Pembangunan Jembatan sungai Tello dengan panjang Target 60 m/315 m No.Kontrak HK.02.03/PPK 21 – M-JST/APBN /01-JBT/2015 dan tanggal kontrak 19 Mei 2015 waktu pelaksanaan 2010 hari kelender, kontraktor pelaksana PT.Galih Medan Persada beralamat Graha Galih Group Lt.2 Jl.Albaido No.18 A Taman mini pintu II –Jakarta Timur dan Konsulatan Supervisi PT.Virama Karya  tersebut sangat lambat pekerjaannya.

Keterlambatan penyelesaian ini diduga karena kurangnya pengawasan sehingga pembangunan jembatan menjadi molor Pembangun yang seharusnya sudah bisa digunakan masyarakat tahun ini menjadi angan –angan kerena pelaksanaan proyek diduga kurang profesional dan tenaga ahli untuk kontstruksi jembatan malah jarang ditemui dilokasi pekerjaaan Sumber menuturkan,”  Inikan perusahaan bukan sembarang perusahaan maka dia yang dijadikan pemenang tender selain dari secara anggaran biaya dan Penawaran teknis dan secara struktrural dipengalam teknis semuanya kan ada  termasuk tenaga dan persoalan sekarang jika tidak terealisasi tenaga sesuai penawaran teknis inikan sama saja rekayasa.

Di Penawaran teknis itukan ada dijelaskan  menyangkut tenaga ahli didalamnya yang saya ingin tahu,dimana tenaga ahlinya semua
.Padahal JM kan ada dibawahnya seperti tenaga ahli tanah pasti ada tapi tidak ada yang bisa kami temui dilokasi ada dugaan jangan
– jangan ada rekayasa ”.Ujarnya

Konsultan pengawas yang ingin dikonfirmasi di lokasi juga tak ingin memberikan informasi terkait lambatnya pekerjaan jembaatan
tersebut ,malah dia menyarankan untuk ketemu Pejabat Pembuat Komitmennya.
Ditemui belum lama ini PPK Marlin menuturkan,” Proyek tersebut mengalami keterlambatan pada saat pengalian pondasi untuk
pier beton jembatan tapi pekerjaan tetap dilanjutkan karena akan diberikan perpanjangan waktu 50 hari kerja sesuai dengan peppres 4 tahun 2015 tentang pengadaanbarang/ jasa pemerintah dan kami kenakan denda”. Dalihnya. (rik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here