Kepsek SDI Butta Tianang Dua Palsukan Tanda Tangan Komite

0
35
MAKASSAR — Kepsek SD Inpres Butta Tianang II, Hasanang angkat bicara terkait tudingan pemalsuan tanda tangan Ketua Komite yang dialamatkan ke dirinya.

Meski demikian, Hasanang membenarkan tudingan tersebut. Dia mengaku melakukan scan tanda tangan Ketua Komite pada tanggal 6 Mei 2015 lalu dengan alasan mendesak.

Hasanang mengaku pernah menscan tanda tangan mantan Ketua Komite untuk mencairkan anggaran dana BOS di triwulan pertama.

“Itu saya lakukan karena waktu itu saya sudah didesak sama Disdikbud Kota Makassar untuk segera mencairkan anggaran dana BOS, jadi terpaksa saya harus scan tanda tangan Ketua Komite,” akunya, Kamis (14/1).

Dia juga mengaku telah dipanggil oleh Disdikbud Kota Makassar untuk melakukan klarifikasi permasalahan tersebut.

“Saya memang penah di panggil sama Disdikbud Kota Makassar untuk mengklarifikasi permasalahan itu. Respon dari Disdikbud saat itu hanya mengatakan tidak ada masalah,” katanya.

Sehari sebelumnya, Pemkot Makassar kebanjiran saran dan aduan dari masyarakat terkait rekam jejak para calon kepala sekolah yang dinyatakan lolos tes kompetensi dan wawancara.

Di hari ketiga masa uji publik, sebanyak 215 pengaduan berbentuk saran dan dukungan masyarakat masuk ke Pemerintah Kota Makassar melalui hotline di nomor 08114133569.

Hotline tersebut telah disiapkan pemkot untuk menampung saran, aduan dan dukungan warga terkait pelaksanaan seleksi calon kepala sekolah.

Kepala Bagian Humas Pemkot Makassar, Firman Hamid Pagarra mengatakan, pihaknya telah menerima 215 pengaduan warga. Pengaduan rata-rata soal jejak rekam calon, dukungan warga soal transparansi seleksi calon kepsek. Hingga bentuk dukungan warga melalui pengumpulan 100 tanda tangan yang intinya menolak salah satu calon kepsek.

“Banyak sekali kita terima bahkan mencapai 215 pengaduan. Tapi sebagain besar banyak mendukung langkah Pemkot menggelar lelang jabatan. Kalau yang kumpulkan tanda tangan warga itu terkait dugaan pungli,” kata Firman, beberapa waktu lalu.

Firman menambahkan, tanggapan, aduan dan dukungan warga akan terus berdatangan hingga akhir masa uji publik. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here