Kejati Usut perjalanan dinas fiktif DPRD Sulsel

0
22

MAKASSAR — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mengusut kasus perjalanan dinas fiktif ke luar negeri sejumlah anggota DPRD Sulsel tahun 2012.

“Dugaan perjalanan dinas fiktif itu kami rencana bentuk tim untuk mengusutnya. Nanti timnya baru akan ditunjuk untuk menyelidiki kasus ini,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar Muliadi di Makassar, Kamis.

Dia mengatakan, kegiatan perjalanan dinas ini merupakan program kegiatan dari Badan Arsip tahun anggaran 2012 dan 2013 yang saat itu dianggarkan Rp1,5 miliar.

Muliadi menuturkan, tim jaksa yang ditunjuk nantinya akan mengumpulkan data (Puldata) dan bahan keterangan (Pulbaket) kemudian dilakukan telaah untuk menentukan kelanjutan kasus tersebut.

“Kemungkinan setelah ada petunjuk dari pimpinan, baru tim akan mulai bergerak. Kemungkinan, kasus ini mulai akan diselidiki sekitar awal bulan ini,” katanya.

Menurut dia, bukti awal yang dimiliki tersebut akan memudahkan tim jaksa penyelidik untuk menelusuri lebih jauh tentang kasus tersebut.

Dia juga tidak menampik bahwa pihaknya akan secepatnya memanggil dan memeriksa oknum anggota DPRD yang terlibat dalam kasus perjalanan dinas fiktif tersebut.

Diketahui, kasus perjalanan dinas fiktif tersebut dilakukan oleh beberapa orang oknum anggota DPRD Sulsel. Beberapa negara tujuan di Eropa yang sudah direncanakan itu tidak terlaksana.

Namun dana sebesar Rp750 juta yang sudah dianggarkan justru telah dicairkan untuk dua kali pencairan dan telah diterima oleh anggota DPRD Sulsel yang namanya tercatat sebagai anggota yang akan melakukan perjalanan dinas tersebut.

Anggaran perjalanan dinas di dua negara ini telah dicairkan dua kali, pertama akhir tahun 2012 sebesar Rp750 juta dan tahun 2013 sebesar Rp750 juta.

Untuk perjalanan dinas kedua yaitu ke Asia atau negara tujuan Cina, dicairkan pada awal tahun 2013 dengan jumlah dana yang sama. Dari kedua kegiatan tersebut kata Noer, total anggaran yang cair untuk dua kali perjalanan dinas keluar negeri sebesar Rp1,5 miliar.

Berdasarkan data perjalanan dinas ini rencananya akan memberangkatkan tujuh anggota DPRD Sulsel. Namun diketahui pada perjalanan dinas ke Eropa ternyata tidak ada satupun anggota DPRD Sulsel yang berangkat.

Namun dana keberangkatan dari Badan Arsip tersebut sudah cair dan telah diterima para diterima oleh para anggota dewan yang akan berangkat ke luar negeri saat itu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here