Kapolda Warning Kapolres Bulukumba, Jangan Tutup Mata Tambang Ilegal di Ujung Loe

0
6

BULUKUMBA — Kapolda Sulsel Irjen Pudji Hartanto Iskandar menginstruksikan kepada semua Kapolres dalam wilayah hukumnya untuk serius didalam memberantas praktik pertambangan liar. Ia menegaskan semua tambang ilegal harus ditutup dan dijaga ketat. Termasuk wilayah hukum Polres Bulukumba yang marak terdapat aktifitas penambangan liar.

Jendral bintang dua tersebut meminta agar seluruh jajaran personil Polres Bulukumba wajib siaga dan menertibkan tambang tambang yang diduga illegal. Hal tersebut disampaikan Kapolda melalui Kabid Humas Polda, Kombes Frans Barung Mangerra.

“Polda dalam hal ini sudah serahkan dan mengarahkan semua Kapolres dalam wilayah hukum Polda Sulsel termasuk Bulukumba, tambang tambang yang ada dan diduga ilegal untuk segera ditertibkan,” ujar Frans Mangerra, Kamis (17/3/2016).

Frans mengungkapkan, dasar dari putusan Kapolda untuk menutup semua tambang ilegal diantaranya dasar yuridis, karena setiap tambang ilegal sama sekali tidak memiliki dasar hukum dan tidak memenuhi standar kaidah pertambangan.

“Selain itu soal kemaslahatan masyarakat banyak. Kan sudah jelas kalau tambang ilegal sering menimbulkan kerusakan lingkungan permanen. Ya, seperti pencemaran lingkungan,” kata Kombes Frans.

Frans Mangerra juga mewarning agar Kapolres Bulukumba, AKBP Selamat Rianto tidak memberikan keistimewaan terhadap para pelaku tambang ilegal golongan C kendati pemilik tambang tersebut merupakan oknum anggota polri.

“Kalau ada oknum anggota kita yang terlibat langsung dalam penambangan ilegal, disikat saja karena sudah jelas aturannya,” imbuh Frans.

Sementara itu, Kapolres Bulukumba AKBP Selamat Rianto melalui Kabag Humas Polres, AKP Syarifuddin mengaku akan melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat.

“Instruksi dari pimpinan Polda Sulsel telah kami terima dek, nanti akan kami cek lagi datanya dibeberapa kecamatan yang memiliki kegiatan penambangan, secara bertahap akan kita lakukan agar berkesinambungan,” ujar Syarifuddin.

Di Bulukumba seorang Wartawan Surat Kabar Umum mingguan Daulat Rakyat, Hery Siswanto als Taufik (30), Selasa (8/3) minggu lalu telah memberikan laporan penganiayaan yang menimpa dirinya setelah di keroyok puluhan warga sewaktu melakukan pengambilan gambar salah satu lokasi penambangan milik PT Harfiah Graha Mandiri yang terletak di Kalicompeng Desa Balong Kecamatan Ujung Loe Bulukumba. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here