Kejati Bidik Dinas Perkebunan Sulsel

0
3

MAKASSAR — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) diam-diam mengendus dugaan korupsi pengadaan bibit kakao oleh Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel pada tahun anggaran 2015. Pengadaan bibit kako tersebut meliputi lima wilayah di provinsi Sulsel. Masing-masing Kabupaten Bone, Soppeng, Luwu, Bantaeng dan Masamba.

Kepala seksi penerangan hukum (Kasipenkum) Kejati Sulselbar Salahuddin yang di konfirmasi membenarkannya hal tersebut. “Iya betul, bidang intelijen tengah menelusuri peyelidikan ini dalam pengumpulan data dan bahan keterangan,” kata Salahuddin Minggu (20/3/2016).

Salahuddin pun mengungkapkan, bahwa peyelidik bidang intelejen kejati, dalam pengsutan dugaan kasus korupsi tersebut telah berjalan sejak Febuari lalu. Kata dia, dalam pengumpulan data dan bahan ketetangan, pihaknya telah meriksa sepuluh orang. “Lima orang dari rekanan, tiga orang penangkar bibit, dan satu orang dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta satu orang panitia lelang,” ucap Salahuddin.

Meski demikian, Salahuddin enggan membebrkan dan berspekulasi lebih jauh ihwal pengusutan itu. Namun, pihaknya mengakui, ada unsur perbuatan melawan hukum dari hasil pemeriksaan awal. Kata dia, Tim penyelidik terus menelusuri dugaan terjadinya mark up anggaran dalam pengadaan bibit kakao sambung pucuk tersebut. “Kami melihat ada ketidaksesuain harga pasar pada proyek ini,” tutur Salahuddin. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here