Bongkar Penyimpangan Proyek Gardu Induk, Kejaksaan Telusuri Peran Pejabat PLN Sulselrabar

0
34

MAKASSAR — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang mengusut dugaan penyimpangan terhadap pembangunan gardu induk pada pembangkit dan jaringan (Pikitring) PT PLN Wilayah Sultanbatara sedang menelusuri peran para pejabatnya.

“Kita masih telusuri keterlibatan beberapa pejabat yang diduga terlibat dalam kasus ini,” tegas Koordinator Bidang Pidsus Kejati Sulselbar Noer Adi di Makassar, Minggu kemarin.

Dia mengatakan, keterlibatan pejabat PT PLN (Persero) dalam proyek tersebut kini akan didalami perannya serta keterlibatannya dalam proyek tersebut. Termasuk pihak rekanan yang mengerjakan proyek pembangunan gardu Induk PLN yang tersebar di delapan titik wilayah Sulsel.

Sejauh ini pihak penyidik masih terus menelusuri, siapa saja pihak pihak yang ikut terlibat dalam proyek yang bernilai miliaran rupiah tersebut. Dalam proyek tersebut penyidik menemukan adanya indikasi serta dugaan penyimpangan anggaran proyek pembangunan gardu induk tersebut.

“Kita masih mengumpulkan data-data dan bahan keterangan (Puldata dan pulbaket) terkait proyek itu,” ujarnya.

Noer Adi mengaku jika hingga ini, pihaknya juga belum bisa memastikan berapa besar nilai kerugian yang ditimbulkan dalam proyek pembangunan gardu induk tersebut.

“Nanti kita akan menggandeng ahli untuk menghitung kerugian negaranya dan hasilnya pasti kita publish kalau sudah ada,” jelasnya.

Sebelumnya, dia mengatakan, gardu induk Pikitring PT PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara (Sultanbatara) khususnya pada unit Induk Pembangunan (IUP) Sulsel itu diduga telah terjadi penyimpangan.

Noer Adi menyebutkan, proyek pembangunan gardu induk listrik PLN tersebut tersebar di delapan titik wilayah Sulsel dan dianggarkan pada tahun anggaran 2011-2013. Anggaran proyek tersebut juga telah menggunakan anggaran yang nilainya diperkirakan hingga mencapai miliaran rupiah.

“Penyidik masih menggali bukti-bukti awal terkait adanya dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan gardu induk listrik tersebut,” katanya.

Menurut Noer indikasi dugaan awal ditemukan adanya penyimpangan anggaran proyek pembangunan gardu induk, di delapan titik pemasangan gardu induk listrik di Sulsel.

Hanya saja lanjutnya, belum bisa menyebutkan indikasi penyimpangannya seperti apa. Karena menurut dia, hal tersebut belum bisa diekspose ke publik.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here