Kejaksaan : Sisa Menunggu Waktu Saja

0
2
  • – Terkait Proyek Bantuan Bibit Kakao di Luwu Utara
  • – Dishutbun Lepas Tangan

 

LUWU UTARA, CNEWS — Kejaksaan Negeri Kabupaten Luwu Utara akan bergerak cepat dalam menelusiri proyek bantuan bibit kakao di daerah ini. Siapapun terlibat pasti akan disikat. Demikian ditegaskan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Luwu Utara M. Edriyadi SH kepada celebesnews, Rabu (6/5), di Masamba.

“Kami pastikan siapapun yang terlibat sisa menunggu waktu saja. Kami dari kejaksaan akan menelusuri bantuan ini, terutama
kepada dinas terkait,” tandasnya.

Edriyadi menjelaskan, dalam penelusuran proyek bantuan bibit kakao ini semua pihak yang penerima manfaat maupun oleh instansi teknis terkait akan dilakukan pendalaman. “Nantinya akan dilihat sejauh mana peran masing-masing pihak-pihak yang ada, termasuk oleh dinas terkait yang dinilai paling memiliki peran penting,” ujarnya.

Lebih lanjut kasi intelijen Kejaksaan Negeri Luwu Utara ini menyatakan, soal misalnya bila terjadi temaun apakah itu seperti
pelanggaran administrasi yang berdampak terhadap kerugian negara, pasti akanĀ  ditelusuri”Jadi nantilah kita lihat setelah kita
merampungkan data-data, secara khusus dari dinas terkait,” tandasnya.

Di Kabupaten Luwu Utara, proyek bantuan bibit kakao tahun 2015 ini, Pelaksana Tugas Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Luwu Utara Rusdi Rasyid seperti diberitakan sebelumnya, mengelak bahwa bantuan itu diterima oleh Dishutbun Luwu Utara.

Kepala Dinas Hutbun Luwu Utara Ir Armiady MSi yang dihubungi oleh celebesnews, tidak menampik bahwa bantuan itu memang
berada pada instansi yang dipimpinnya. Hanya saja, soal bantuan proyek bibit kakao tersebut dirinya lepas tangan, karena saat
bantuan itu turun langsung disalurkan kepada masyarakat dari Dinas Perkebunan Sulsel yang berada di Makassar.

“Awalnya memang kami dari Hutbun Luwu Utara meminta secara tertulis bantuan bibit kakao kepada pemerintah Propinsi melalui
Dinas Perkebunan yang berada di Makassar, namun setelah bantuan itu ada, kami juga tidak tahu, karena langsung disalurkan
kepada masyarakat, dan kami juga tidak memiliki data penerimanya di daerah ini,” jelas Armiady. (fr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here