HEBAT ! UIT Gagas Program Pertukaran Pelajar ke Asia Tenggara

0
1

MAKASSAR — Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, Sulawesi Selatan mulai rencanakan program pertukaran pelajar ke sejumlah negara di Asia Tenggara diantaranya Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand

“Program pertukaran pelajar sudah dipersiapkan dan tidak lama lagi akan dilaksanakan ke beberapa negara Asia Tenggara,” kata Rektor UIT Prof Baso Amang dalam siaran persnya diterima, Kamis.

Ia mengatakan saat ini UIT telah menjadi Perguruan Tinggi (PT) swasta yang dipercayakan bersama Universitas Hasanuddin dalam melakukan seleksi serta penempatan mahasiswa pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN) antar negara.

“Persiapan untuk merealisasikan program itu, sudah seharusnya berjalan tahun ini,” ujarnya usai memberikan pengarahan pembekalan sistem teknologi informasi di Kampus V UIT jalan Abdul Kadir Makassar.

Baso berharap dan meminta jajaran pejabat struktural di semua fakultas dan program studi, segera melakukan langkah-langkah konstruktif, agar UIT tidak menghadapi kendala dalam merealisasikan program yang dimaksud.

Pertukaran mahasiswa antar negara di Asia Tenggara, kata dia, diharapkan dapat membuka wawasan dan proses transformasi budaya akademik, yang berstandar internasional.

“Hal itu juga sejalan dengan era Masyarakat Ekonomi Asean atau MEA,” papar pengagas Fakultas Kedokteran UIT ini.

Sementara Ketua Lembaga Penjamin Mutu UIT Abdul Haeba Ramli mengungkapkan rencana program pertukaran mahasiswa antar negara di Asean yang disasar UIT, bukan hal yang istimewa dan sulit.

Sehingga pihaknya berharap agar harapan rektor kiranya disikapi lembaga-lembaga terkait di UIT secara proporsional dan strategis.

“Saya akan melakukan koordinasi intens dengan jajaran unit penjamin mutu di fakultas, agar kita bisa segera memulai,” ujarnya.

Sedangkan Andi Tajuddin sebagai Wakil Rektor III UIT pada kesempatan itu menyatakan saat ini UIT sedang mempersiapkan proses sertifikasi standar ISO 9001: 2008 dan melakukan pembenahan menuju `World Class University`.

Sistem registrasi dan pengelolaan data baik mahasiswa, dosen maupun proses akademik, tambahnya akan menggunakan IT terpadu online dan berjalan hampir tanpa hambatan.

“Hanya ada beberapa kendala teknis, karena mahasiswa belum terbiasa dengan pola kerja online,” tambah Andi Tajuddin.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here