Walikota Prihatin Kasus Siswa Dipukuli ‘Guru Sadis’ di Makassar

0
37

MAKASSAR — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku prihatin atas kondisi Ramadhan (7) murid kelas 1 SD Rama Sejahtera Kecamatan Panakukang yang hingga Selasa (12/4/2016) belum masuk sekolah.

Pasalnya anak bungsu Dg Sawala, yakni seorang tukang becak motor (bentor) di kota Makassar. Jemari tangan kirinya masih bengkak dan biru lebam akibat pukulan sapu ijuk Megawati, yakni wali kelas Ramadhan pada Sabtu (9/4/2016).

“Saya hanya bisa prihatin kalau sudah seperti ini,” ucap Moh Ramdhan Pomanto kepada Liputan6.com.

Alasan Dg Sawala belum mau menyekolahkan anaknya, kareana Ramadhan masih tak kuasa menahan rasa sakit yang berujung bengkaknya ruas jemari kirinya akibat hantaman keras batang sapu ijuk yang biasanya digunakan menyapu sampah di lantai.

Namun oleh ibu Megawati, sang wali kelas Ramadhan. Batang sapu ijuk itu dijadikan alat untuk memukul tangan kiri anak Dg Sawala, warga Jalan Racing Centre 2 Lorong 5, Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakkukang.

“Saya belum ijinkan ke sekolah karena tangan anak saya masih bengkak dan mau dibawa berobat ke rumah sakit karena ruas tulang jari kirinya sudah tidak seperti biasanya,” ucap Dg Sawala kepada Liputan6.com Selasa (12/4/2016).

Sementara Megawati wali kelas Ramadhan ketika dikonfirmasi di SD Rama Sejahtera. Ia mengaku hanya memukul dengan tangan, bukan dengan pukulan menggunakan sapu ijuk.

“Saya tidak pakai sapu tapi tangan, itu juga saya lupa-lupa ingat. Tapi memang setiap Sabtu ada pemeriksaan kuku,” ucap Megawati yang awalnya berkelit mengaku tidak memukul tangan Ramadhan.

Diantara Wakil Kepala SD Rama Sejahtera dan orang tua Ramadhan. Mega sapaan populer guru ini awalnya menampik tidak memukul muridnya hingga bengkak dan biru lebam.

Sedangkan Ramadhan yang sempat ngobrol dengan Liputan6.com mengakui bahkan menunjuk sakit di jemari kirinya dan bengkak karena dipukul dengan sapu ijuk oleh ibu Mega gara-gara kuku saat pemeriksaan di dalam kelas pada hari Sabtu pagi.

Menyangkut tindakan wali kelas yang anak muridnya dipukul pakai sapu ijuk. Wakil Kepala SD Rama Sejahtera Asma mengaku puas mendengar keterangan langsung dari Ramadhan yang ditemani orang tuanya dan Megawati yang memukul jari Ramadhan hingga bengkak dan berwarna biru lebam.

“Biar kami yang urus dan bawa ke dokter spesialis jangan ke dokter umum,” kata Asma.

Sebelumnya, Dg Sawala yang sempat mengancam mempolisikan ibu Mega usai membawa anaknya ke di RS Sehat samping kampus Universitas Bosowa. Sesuai pantauan usai di mediasi oleh wakil kepala SD Rama Sejahtera. Rupanya, luapan emosi Dg Sawala sudah redup untuk mempolisikan guru anaknya.

Terpisah, Ketua Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesra DPRD Makaassar, Mudzakkir Ali Djamil mengaku tindakan kekerasan pada anak sekolah tidak pantas lagi terjadi. Apalagi hanya dalih kuku murid yang panjang dan harus dipukuli hingga menderita sakit.

“Kalau tulang jari anak itu patah, sama saja cacat fisik sudah ia derita sejak usia dini dibangku sekolah. Padahal mereka itu di sekolahkan untuk menimba ilmu bukan hukuman yang berlebihan,” pungkas Mudzakkir Ali Djamil. (Ahmad Yusran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here