Korupsi Blok Grand Parepare Disidang Hari Ini

0
7
PAREPARE—Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare sudah merampungkan lima kasus perkara tindak pidana korupsi (tipikor) yang tengah ditangani tahun ini. Salah satu yang rencananya disidangkan Kamis 12 hari ini adalah kasus blok grant, dugaan korupsi rehabilitasi ruang Kelas, di 37 Sekolah Dasar (SD) se-Parepare Rp19,8 Miliar 2012 lalu.
Kasus dugaan Korupsi yang bergulir sejak 2012 itu, disidangkan di pengadilan Tipikor, dengan agenda pembacaan tuntutan.   Empat tersangka kasus itu masing-masing PNS di Dinas Pendidikan  Parepare Imran Rusadi, Baso Hurman, Damrah, dan pegawai Kemendikbud, Dede Mely
“Kasus ini sudah masuk perampungan,” ucap Kasi Intel Kejari Parepare Yusuf Syahrir. Dalam surat tuntutan tersebut juga dicantumkan nama mantan Kadis Pendidikan Mustafa Mappangara sebagai pihak pengguna anggaran. Berdasarkan keterangan tersangka Imran Rusadi, semua pemotongan dana rehab 37 SD itu, atas sepengetahuan Mustafa.
“Pengakuan tersangka seperti itu, makanya kami berharap hakim bisa bijak melihat keterkaitan Mustafa pada kasus ini,” ungkap Syahrir selaku Jaksa Penuntut Umum.
Yusuf menjelaskan, pada Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) sangat jelas disebut nama-nama SD, jumlah ruang kelas, tingkat kerusakan, dan anggaran yang dibutuhkan. Namun pada kenyataannya, anggarannya mengalami pemotongan masing-masing 10 persen, dengan nilai bervariasi, dari Rp104 juta sampai Rp600 juta.
Meski berkas dugaan Korupai ini siap disidangkan, Namun praktek pencucian uang dalam perkara ini, tidak disebutkan,
padahal sebelumnya pihak Jaksa menerapkan pasal adanya praktek pencucian uang dalam potongan sejumlah dana pada proyek Blok Grand ini.(Effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here