Menteri Perhubungan Siap Suntik APBN Bandara Andi Djemma

0
2

MASAMBA, CNEWS — Rencana perluasan bandara perintis Andi Djemma Kabupaten Luwu Utara mendapat perhatian serius dari Menteri Perhubungan RI. Dirjen Perhubungan Udara RI Prasetyo berjanji akan memasukan ke APBN rencana anggaran perluasan bandara Andi Djemma tahun depan. “Kita berharap untuk

rencana pembebasan lahan guna perluasan dan perpanjangan bandara perintis Andi Djemma segera rampung, agar anggaran untuk ini dapat segera kita siapkan,” kata Dirjen Perhubungan Udara RI Prasetyo saat melakukan kunjungan ke Bandara Andi Djemma Luwu Masamba, Sabut (4/6).

Prasetyo mengungkapkan terkait kesiapan lahan ini antara lain yang perlu diperhatikan ialah review master plan kemudian data lahannya diserahkan kepusat. “Bila tahun ini selesai review dan master plannya, maka akan dimasukan pada anggaran APBN tahun 2017 atau 2018, perluasan dan perpanjangan bandara tergantung dari adanya lahan, jika lahannya ada dan diserahkan kepusat pasti kami bangun dengan anggaran APBN” tandasnya.

Dengan perluasan kawasan Bandara ini, Prasetyo menegaskan pihak pengelola bandara harus melakukan peningkatan standar keselamatan yang merupakan standar dan ketentuan nasional terkait penerbangan.

Sementara itu, respon positif Menteri Perhubungan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani. “Kami menyambut baik respon positif dan pernyataan Dirjen Perhubungan Udara RI yang memiliki keinginan memperbesar area bandara untuk kepentingan peningkatan ekonomi masyarakat, karena kabupaten Luwu Utara memiliki potensi alam yang cukup melimpah,” ujarnya.

Menurut Indah Putri, untuk perluasan bandara Andi Jemma Masamba sudah diperhitungkan akan ada dua kelurahan yang akan kena dampak perluasan bandara yaitu Kelurahan Kappuna dengan luas area 4.4 hektar dan kelurahan Bone sebesar 14.4 hektar dengan total nilai ganti rugi sekitar Rp. 55.171.400.000,-

Lanjut dikatakan,Indah Putri Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, terus memperjuangkan untuk perpanjangan landasan pacu (runway) tiga bandara perintis yang berada di kabupaten tersebut. Bandara yang diharapkan bisa mendapatkan bantuan anggaran dari pihak Kementerian Perhubungan itu yakni Bandara Rampi, Seko dan Bandara Andi Djemma yang berada di Masamba, Luwu Utara.

“Pemerintah pusat dalam hal ini melalui Kementerian Perhubungan, menargetkan daerah yang punya bandara perintis, jika memiliki potensi untuk dikembangkan atau landasan pacunya bisa diperpanjang,” jelasnya.

Untuk jarak landasan pacu bandara perintis itu minimal 1.600 meter. Artinya dengan jarak sepanjang itu sudah bisa didarati oleh jenis pesawat yang ukurannya lebih besar seperti ATR 60 atau ATR 70 yang memang cukup besar dibandingkan jenis pesawat yang digunakan selama ini.

“Untuk itu, kami mengusulkan agar tiga bandara perintis yang kita miliki saat ini bisa ditambah atau diperpanjang lagi runwaynya,” katanya.

Mengenai keinginan atau harapan yang begitu besar terhadap penambahan landasan pacu, lanjutnya, karena menjadi jantung transportasi untuk di Wilayah Luwu Utara.

Melalui bandara perintis ini, menurut dia, maka pemerintah atau pihak terkait bisa memenuhi beberapa kebutuhan dasar dari masyarakat khususnya yang berada di Kecamatan Rampi ataupun Seko, Luwu Utara.

Khusus untuk dua daerah itu, lanjut dia, memang peran atau keberadan bandara memang begitu vital. Sebab dua daerah itu khususnya Rampi memang masih begitu sulit untuk diakses melalui perjalanan darat.

“Kami tentunya begitu berharap agar segera ada kejelasan bantuan untuk bandara perintis di wilayah kami. Sebab beberapa wilayah seperti Rampi dan Seko memang untuk akses transportasi darat masih begitu sulit,” ujarnya. (frans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here