Nah Kamu Ketahuan… 40 Pegawai Kejari Makassar Terancam Sanksi

0
4

MAKASSAR — Sebanyak 40 orang pegawai Kejaksaan Negeri Makassar terancam akan mendapat sanksi setelah Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat melakukan inspeksi mendadak dan menemukan mereka melanggar disiplin.

“Yah, namanya sidak kan tidak perlu diketahui dan ternyata, ada 40 orang pegawai Kejari yang terlambat masuk kantor,” jelas Asisten Bidang Pengawasan Kejati Sulselbar, Heri Jerman di Makassar, Rabu (15/06/2016)

Dia mengatakan, setiap pelanggaran ada sanksinya dan setiap sanksi itu diberikan sesuai dengan jenis pelanggarannya. 40 orang pegawai ini hanya akan dikenakan sanksi disiplin sesuai dengan kesalahannya.

Heri mengaku, sejak pukul 07.30 Wita, dirinya sudah berdiri di depan pintu penjagaan setelah mengecek sejumlah ruangan yang memang belum semuanya hadir sesuai dengan aturan kedisiplinan.

Tidak hanya mendapati pegawai yang terlambat masuk kerja, Aswas juga mendapati beberapa pegawai Kejari Makassar tidak mengenakan seragam dinas saat masuk kantor.

Dari 68 orang pegawai di Kejari Makassar, Aswas juga menemukan ada 40 orang pegawai yang terlambat dan tanpa keterangan (TK) setelah melakukan pengecekan langsung data kehadiran pegawai.

Pegawai yang kedapatan melanggar disiplin, langsung diwajibkan untuk mengisi surat pernyataan untuk tidak akan mengulangi lagi kembali perbuatannya, bila kedapatan lagi Aswas akan memberikan sanksi tegas.

Tidak hanya pegawai saja yang disuruh membuat surat pernyataan. Aswas juga meminta kepada Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Mas`ud untuk mengisi surat pernyataan setelah kedapatan terlambat masuk kerja.

“Isi dalam surat pernyataan itu, bahwa tidak akan terlambat lagi dan akan taat serta patuh pada ketentuan jam kerja,” ujarnya.

Sedangkan untuk pegawai yang tanpa keterangan, dia telah menitipkan lembar surat pernyataan yang dititipkan ke Kajari Makassar untuk disampaikan kepada yang bersangkutan dan harus diserahkan paling lambat besok ke Aswas.

“Kan gaji yang diterima tetap sama yang diterima dengan gaji selama bulan puasa, jadi tidak ada alasan kalau sampai bermalas-malasan,” kilahnya.

Aswas menegaskan langkah yang dilakukannya tersebut, mudah-mudahan bisa dijadikan pelajaran bahwa kedisiplinan jangan dijadikan suatu keterpaksaan, tapi harus berdasarkan pada kebiasaan dan kesadaran diri.

Selain Sidak, Heri juga mengunjungi ruang berkas perkara dan memantau Case Management System (CMS) yang menangani semua perkara.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here