Malu Deh… Ketahuan Korupsi Dana BPJS, Sekretaris Dinas Kesehatan Barru Di Terungku !

0
7

MAKASSAR — Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar menjatuhkan vonis bersalah Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Barru drg Muh Asri Tahir dengan 4,5 tahun penjara karena telah terbukti melakukan korupsi.

“Terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara,” tegas Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Makassar Kristijan P Djati di Makassar, Selasa (14/6/2016).

Selain menerima hukuman badan selama 54 bulan atau 4,5 tahun itu, majelis hakim juga mengharuskan terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp200 juta dan subsider tiga bulan kurungan.

Dalam putusan itu, terdakwa Muh Asri dengan terbukti melakukan penyalagunaan dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tahun 2014.

“Terdakwa diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp881 juta sesuai dengan nilai kerugian negara yang ditimbulkannya,” jelasnya.

Majelis hakim menilai jika terdakwa melanggar pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 64 KUHP.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim masih jauh lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan tujuh tahun penjara.

“Hukuman yang diputuskan oleh majelis hakim lebih ringan dari yang kita tuntutkan selama tujuh tahun penjara,” tukas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ady Haryadi Annas.

Adi mengaku belum menentukan sikap untuk melakukan upaya hukum selanjutnya atas vonis yang dijatuhkan hakim karena pihaknya masih akan menggunakan waktu yang ditetapkan yakni 14 hari untuk berfikir.

“Kita masih pikir-pikir dulu, nanti kami akan sampaikan,” tandasnya.

Menurut Ady, keterlibatan pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Barru atas kasus dugaan penyalahgunaan dana BPJS pada tahun 2014 dengan anggara senilai Rp1,7 miliar. Terdakwa saat itu bertindak selaku pengelola BPJS.

Dari anggaran senilai Rp1,7 miliar, terdakwa hanya menyalurkan Rp843 juta lebih. Sementara sisanya digunakan untuk kepentingan di luar dari kegiatan BPJS Kesehatan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here