Dianggarkan Rp 15 Miliar Sejak 2008, Terbengkalai, Kemana Aliran Dana Pembangunan Masjid Masjid Islamic Centre Sinjai

0
46

MAKASSAR — Penyelidik bidang Intelejen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, melakukan pengusutan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Masjid Islamic Centre di Kabupaten Sinjai.

Proyek pemabagunan tersebut mulai dikerjakan sejak tahun 2008 lalu. Dengan menggunakan anggaran APBD sebesar Rp15 miliar. Namun sejak pembangunan masjid itu dikerjakan, proyek tersebut tak kunjung selesai pengerjaannya.

Ironisnya pembangunan Masjid tersebut menjadi terbengkalai dan belum bisa difungsikan dan digunakan masyarakat. Sehingga proyek pembangunan masjid tersebut telah dihentikan pengerjaannya  karena disinyalir telah merugikan negara hingga miliaran rupiah.

Untuk melanjutkan pembangunan Masjid Islamic Centre tersebut, Pemkab Sinjai harus menggelontorkan anggaran APBD sebesar Rp35 miliar, jika ingin melanjutkan pengerjaan Masjid tersebut.

Dalam penyelidikan kasus ini, tim penyelidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, yang dianggap terlibat dan mengetahui prihal proyek tersebut. Diantaranya adalah Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kabupaten Sinjai, Arsyid beberapa waktu lalu.

Asisten Intelejen (Asintel) Kejati Sulselbar, Marang saat dikonfirmasi membenarkan adanya penanganan kasus tersebut, yang kini tengah bergulir di Kejati Sulselbar.

“Kasusnya masih sementara kita usut dan sudah ditangani oleh tim penyelidik,” ujar Marang, Kamis (30/6/2016).

Marang menambahkan saat ini pihaknya masih melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan terkait kasus tersebut. Sejauh ini dia belum menerima laporan dari tim terkait perkembangan kasus ini.

Marang mengatakan tim masih mencari serta menelusuri unsur pidana dalam kasus tersebut. Guna mencari indikasi melawan hukumnya.

Marang tidak menampik bila sejauh ini pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang dianggap mengetahui terkait proyek tersebut.

“Sudah ada beberapa pihak yang kami panggil untuk dimintai keterangannya seputar proyek itu,” tandasnya.

Dia menambahkan pihaknya akan mengusut kasus tersebut secara profesional serta proporsiaonal, guna menemukan fakta tidak pidana dalam kasus tersebut, seperti dilansir oleh salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here