Nah, Lho Kok Bisa… Sudah Jadi Korban Malah Dilaporkan Balik

0
2

GOWA — Korban pembacokan, Mansyur, oleh sekumpulan pemuda di Desa Berutalasa Kec Biringbulu Kab Gowa, semakin geram karena kasusnya tidak menunjukkan titik terang. Bahkan korban pembacokan ini, harus menerima saat dilaporkan balik dengan tuduhan pengancaman di Polres Gowa.

Keluarga korban pembacokan, Irfan (46), mengungkapkan, selama sepekan laporan kasus pembacokan oleh anak  mantan Kepala Dusun, H Azis Paju, bersama rekannya, namun tidak pernah dilakukan penahanan. Padahal, sang korban sudah diperiksa di Polres Gowa.

“Malah yang paling parah, ada seorang oknum polisi yang mengantarkan pelaku untuk melaporkan balik sang korban di Polres Gowa,” aku Irfan saat ditemu di kediamannya, Jumat (15/7).

Kronologis kejadian pembacokan itu, lanjutnya, bermula saat Kepala Dusun Bina Arung, H Azis Paju, diberhentikan dari jabatannya karna usianya yang sudah tua. Tidak terima dengan pemberhentian ayahnya, Hambali bersaudara akhirnya melakukan pemagaran di depan Kantor Desa Biringbulu.

Korban Mansyur dan Kepala Urusan Desa Hardi, yang tiba di kantor desa sontak kaget dengan pagar kawat duri yang menutupi jalan masuk kantor desa. Mereka berdua pun langsung melaporkan ke Polsek Biringbulu, namun karena kantor Polsek kosong melompong, korban segera menelpon Kapolsek.

“Kata Kapolsek, mereka disuruh menunggu di kantor desa saja,” katanya lagi.

Saat sampai di kantor desa, mereka pun kaget karena tiba-tiba diserang sekitar 20 orang dan berakhir pada pembacokan di kepala Mansyur. Merasa dirugikan, Mansyur dan Hardi pun melakukan pelaporan di Polres Gowa, namun hingga kini belum dilakukan penahanan kepada pelaku.

“Saat ini kepala desa rencananya akan melaporkan ke Bidang Propam Polda Sulsel, untuk melaporkan oknum polisi yang tebang pilih terhadap kasus ini,” tandasnya seperti dikutip dari salah satu media online (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here