Polda Serahkan Berkas Mantan Kadis Pendidikan Luwu Utara Tersangka Korupsi DID Senilai Rp 13 Miliar ke Jaksa

0
23

MAKASSAR — Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan segera menyerahkan berkas tersangka dugaan korupsi Dana Intensif Daerah (DID) Kabupaten Luwu Utara dengan anggaran Rp13 miliar ke Kejaksaan Tinggi Sulsel.

“Sekarang sedang kita rampungkan dulu berkasnya dan kemudian kita kirim ke kejaksaan. Berkas yang dikirim itu untuk dua tersangka,” ujar Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel AKBP Adip Rojikan di Makassar, Minggu.

Adapun dua tersangka yang sementara dirampungkan yakni mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara, berinisial Andi Sariming dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Agung.

Keduanya adalah merupakan mantan terpidana pada kasus korupsi lain. Namun kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini karena keduanya diduga juga ada keterlibatannya.

Adip mengatakan, penyerahan berkas kedua tersangka dalam kasus ini nantinya akan dipelajari serta diteliti oleh tim jaksa, guna mengetahui apakah berkas kasus tersebut telah layak untuk dilimpahkan atau masih ada yang mesti dilengkapi oleh tim penyidik.

“Semua tergantung hasil penelitian yang dilakukan jaksa. Kalau dalam berkas yang kami kirim itu ternyata menunjuk ada keterlibatan pihak lain, maka penetapan tersangkanya kemungkinan akan bertambah,” tegasnya.

Adip mengatakan, total anggaran DID dalam kasus tersebut, senilai Rp13 miliiar. Sebelumnya, kedua tersangka juga sudah berstatus terpidana pada kasus korupsi lain, yang pernah ditangani oleh Polres Luwu Utara.

“Semua tersangka sudah kita periksa sebagai tersangka terkait kasus ini. Agung kita periksa sebelum puasa di Lapas. Sedangkan Andi Sariming diperiksa setelah lebaran baru-baru ini,” katanya.

Bergulirnya kasus ini di Polda Sulsel, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani dilapor di Reskrimsus Polda Sulsel dalam kasus dugaan korupsi Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2011 senilai Rp13 miliar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here