Warga Tantang BPBD Buka Dana Bantuan Korban Bencana Banjir di Luwu Utara

0
2

LUWU UTARA, CNEWS — Kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan dalam mengatasi warga yang terkena bencana alam banjir yang terjadi pada sejumlah desa di daerah itu mulai dipertanyakan oleh masyarakat. Salah satunya datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Advokasi Indonesia (JARI) di Kabupaten Luwu Utara.

 

Ketua JARI Luwu Utara Almarwan secara tegas menentang kepala BPBD Daerah Kabupaten Luwu Utara untuk membuka ke public bantuan yang disalurkan kepada korban bencana alam di Luwu Utara. “Kemana saja dana bantuan untuk para korban banjir di Luwu Utara, selama ini tidak pernah diekspose ke media atau public, sehingga masyarakat tidak mengetahui berapa besaran yang ada,” tandas Almarwan kepada celebesnews, Senin (1/8/2016).

Almarwan menuturkan, kalau belum lama ini BPBD Kabupaten Luwu Utara menerima bantuan dari pusat, sekarang anggaran tersebut sudah diperuntukkan buat apa. “Banyak warga yang butuh bantuan, ini harus jelas, jangan sampai anggaran tersebut tidak tepat sasaran,” ujarnya.

“Itu yang kita tuntut sekarang. BPBD Kabupaten Luwu Utara harus memberikan pertanggungjawaban publik karena kita tidak mau di lapangan banyak korban bencana banjir yang tak tersentuh oleh bantuan oleh BPBD Luwu Utara,” pungkasnya.

Belum lagi, kata dia, dengan anggaran bantuan yang disiapkan oleh pemerintah pusat ke daerah ini yang melebihi satu miliar tersebut, korban bencana banjir hanya diberikan jenis makanan ringan, seperti indomie dan makanan ala kadarnya yang lain. “Semua harus jelas, kami minta kepala BPBD Luwu Utara untuk mengekposes hal ini ke masyarakat, sehingga potensi penyalahguaan keuangan negara bisa diawasi oleh lapisan masyarakat, kami tunggu itu,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Luwu Utara Andi Eviana berharap dalam membantu para warga yang terkena musibah bencana seperti banjir partisipasi semua elemen masyarakat sangat diharapkan. “Bila memang ada sorotan-sorotan dari masyarakat sebaiknya hal itu didiskusikan bersama sehingga akan menjadi masukan-masukan buat BPDB untuk bekerja lebih baik dan maksimal kedepan,” ujarnya.

Menanggapi soal bantuan terhadap korban bencana alam di Luwu Utara, dengan berharap dari anggaran yang ada memang masih belum mendapat porsi maksimal. “Di Kabupaten Luwu Utara terdapat sejumlah kecamatan yang rawan banjir, karena itu anggaran yang ada benar-benar kami maksimalkan sehingga masyarakat korban bencana agar mereka bisa terlayani sesuai kondisi dan kemampuan anggaran yang tersedia,” terang Andi Eviana. (frans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here