Kasus Korupsi Bandara Mengkendek Polisi ‘Sikat’ Enam Kepala SKPD

0
71

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Atau Sulsel Agus Arifin Nu’mang menanggapi kasus dugaan korupsi pembebasan lahan bandara Mengkendek, Tana Toraja, yang menetapkan 6 tersangka baru menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikannya.

“Untuk permasalahan hukum seperti itu, biar pihak kepolisian saja yang menyelesaikan,” ujar agus singkat di Selayar, Jumat, 5 Agustus 2016.

Seperti diketahui kasus tersebut terus bergulir. Bahkan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus atau Dit Reskrimsus Polda Sulselbar menetapkan 6 tersangka baru. Mereka merupakan tim sembilan yang terdiri dari tiga kepala dinas atau kadis aktif dan tiga mantan kadis di Tana Toraja.

Kepala Subdit Tindak Pidana Korupsi Polda Sulselbar AKBP Burhaman menyebutkan, keenam tersangka tersebut antara lain Yunus Sirante (kepala Bappeda), Haris Paridy (kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan), Agus Sosang (kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informatika, Pos dan Telekomunikasi), Zeth John Tolla (mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum), Yunus Palayukan (mantan kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan), dan Gerson Papalangi (mantan kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman).

Burhaman juga mengatakan penetapan tersangka baru dilakukan setelah kepolisian menerima hasil audit kerugian negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel. Dalam kasus ini, kerugian negara mencapai Rp 21 miliar dari total Rp 38 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Tana Toraja dan APBD Sulsel.

“Para tersangka yang masuk dalam tim sembilan telah melakukan penyelewengan anggaran. Modusnya berupa jual beli lahan seluas 141 hektar kepada 62 warga yang sama sekali tidak memiliki hak atas lahan. Lahan itu ternyata milik negara,” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here