Kakek yang Disandera Cucunya Minta Pihak Ketiga Jangan Ikut Campur

0
1
PAREPARE—-Muh Hasbi, kakek Nindi atau ayah Dewi Wulandari alias Amel meminta kasus dugaan penyandera cucunya itu dihentikan dan jangan didramatisasi demi kelompok tertentu.
Hasbi kepada wartawan melalui selulernya, diminta kepada teman wartawan jangan dibesar-besarkan, dan juga kepada LSM yang peduli perempuan anak agar masalah diselesaikan dengan musyawarah.
Hasbi selaku kakek dan orangtua Amel tidak mau masalah ini berkepanjangan dengan melibatkan pihak ketiga. Pasalnya, dalam masalah ini tidak ada penyendaraan, karena Ia yang meminta kepada Suriyani untuk merawat anak dan cucunya karena kondisi fisiknya lemah dan bahkan di Parepare tidak ada keluarga Amel tidak ada.
“Justru saya bersyukur ada perhatian Suriyani terhadap anak sehingga menolongnya, jadi saya tidak keberatan selaku orangtua, itu masih dalam pengawasan saya karena saya jauh maka saya minta kepada ibu Suriyani untuk merawat cucu saya dan anak saya tersebut,”kata Hasbi.
Hasbi juga menyampaikan kepada pihak kepolisian agar masalah ini jangan diperpanjang,”saya tau anak saya, jadi tolong jangan di besar-besarkan,”tuturnya.
Forum diskusi Yayasan LP2EM Parepare melibatkan pengurus perhimpunan jurnalistik Ajatappareng (Pijar) dan pengurus lembaga P2TP2A mencermati kronologis kasus yang menjadi buah bibir masyarakat Parepare dan menjadi perhatian menteri PPA RI.
Hasil Diskusi, ini melihat kasus sudah terlalu jauh di campuri pihak ketiga, yang mestinya antara Amel dan Suriyani yang menyelesaikanya, karena mereka berdua sudah sepakat di Polres Parepare..
Hanya saja Amel tidak mau lagi damai saat pulang dari rumahnya, dimana Rumahnya diawasi oknum-oknum yang sengaja memperbesar masalah ini yang tidak sesuai fakta dilapangan. “Ini perlu di kaji kasusnya sesuai fakta-faktanya dilapangan, perlu melakukan ninvestigasi,”kata Abd Samad selaku kordinator diskusi tersebut.
Kanit PPA Polres Parepare, Bripka Dewi, sudah melakukan mediasi dengan melibatkan lembaga P2TP2A, bahkan dua kali didamaikan dalam kasus ini. “Awalnya pengurus P2TP2A ngotot untuk melaporkan kasus ini, setelah mendegar pihak Amel dari orangtuanya akhirnya tidak jadi, orangtua Amel meminta agar masaalah ini jangan diproses di polisi,”terangnya saat dihubungi selulernya Ia berada di pulau Jawa.
Dewi mengatakan, pihak Kepolisian belum bisa menindak lanjuti masalah ini karena pihak Amel belum melapor secara resmi,” itupun kami menyerahlkan ke P2TP2A untuk melakukan non litigasi,”terangnya.
Dewi Wulandari Alias Amel, adalah adalah wanita yang sehari-harinya sebagai Karyawan Kafe di jalan Reformasi, Ia tinggal disalaj satu rumah kost sejak 3 bulan lalu.

Amel bersama sang pendampingnya Iswanto (18), bekerja sebagai buruh bangunan dan keduanya warga Palopo sesuai pengakuan keduanya kepada wartawan.(effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here