Mogombo, Pesona Acara Adat Rampi, Sebuah Desa Terpencil Wilayah Pegunungan di Kabupaten Luwu Utara

0
103
Rumah Adat warga Rampi yang hingga kini masih terjaga kelestariannya.

KETERANGAN GAMBAR : Rumah adat warga Rampi yang hingga kini masih terjaga kelestariannya.

 

LUWU UTARA, CNEWS — Indonesia adalah negeri yang kaya. Tidak hanya dari hasil bumi saja tapi juga kaya dengan seni dan budayanya. Keanekaragaman seni dan budaya di Indonesia menjadi ciri khas dari masing-masing suku yang ada di Indonesia. Salah satunya dari warga Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

Keberadaan Rampi sebagai salah satu kecamatan yang berada di Luwu Utara secara geografis terletak pada kawasan Pegunungan pada titik 10 53’ 19” – 20 16’ 14” Lintang Selatan/South Latitude 1200 3’ 2” – 1200 31’ 13” Bujur Timur/East Longitude.   Batas Wilayah sebelah Utara/North Side Propinsi Sulawesi Tengah/ Province of Sulawesi Tengah, Sebelah Timur/East Side Kabupaten Luwu Timur/ Subdistrict of Luwu Timur, Sebelah Selatan/South Side Kecamatan Masamba/Subdistrict of
Masamba, dan Sebelah Barat/ West Side Kecamatan Seko/ Subdistrict of Seko. LUAS WILAYAH/Total Area 1 565.65 Km2, JUMLAH DESA/ Number of Village 6 Desa Definitif.

Mengenal singkat warga Rampi, secara sosiologis Masyarakat Rampi masih dapat digolongankan dalam kehidupan yang Homogen. Ikatan kekerabatan antar desa tetangga masih sangat kental, hal ini dapat terlihat pada hubungan komunikasi antar sesama masyarakat Rampi. Secara ekonomi mata pencaharian masyarakat Rampi yang dominan adalah petani. Peran Lembaga Adat yang dipimpin oleh Tokei Rampi masih dipegang teguh oleh masyarakat Rampi dalam menyelesaikan segala macam persoalan sosial kemasyarakatan.

Mogombo merupakan adat warga Rampi yang begitu sakral tentang penetapan pengesahan Aturan Adat Masyarakat Kecamatan Rampi. Lebih menarik lagi, bahwa dalam acara tersebut akan dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk oleh Bupati Kabupaten Luwu Utara beserta jajarannya, dan warga Rampi yang ada diluar daerah. Rencananya, kegiatan Mogombo ini akan dilaksanakan pada Selasa, 30 Agustus 2016 mendatang.

Hajatan warga di kawasan wilayah pegunungan ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun acara sakral dan religi ini dilakukan oleh masyarakat etnis Rampi. Tradisi budaya ini juga secara perlahan dan pasti mulai diterima bukan saja sebagai milik masyarakat Rampi, tetapi sebagai suatu kegiatan adat budaya masyarakat Luwu Utara.

Ketua panitia kegiatan Mogombo Ada’ Rampi Albert Lumeno kepada celebesnews menjelaskan acara ini juga akan turut dihadiri oleh perwakilan dari Lembaga AMAN, KNPI, LMND dan lain-lain.

Dalam memeriahkan acara adat ini masyarakat adat Rampi telah mempersiapkan berbagai kesenian dan tarian adatnya. Termasuk, juga mempersiapkan sebanyak delapan ekor Kerbau yang akan disembelih pada tanggal 30 Agustus mendatang saat pembukaan kegiatan adat ini mulai dilaksanakan.

“Kami berharap dari kegiatan adat Mogomba ini akan mempersatukan warga Rampi yang berada di mana saja dan terus menjunjung nilai-nilai adat istiadat sehingga Rampi akan terus terjaga kelestarian dan kebudayaannya,” kata Albert. (frans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here