Diduga Lakukan Pungutan Liar, Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Makassar Dilapor ke Tipikor

0
2

MAKASSAR, CNEWS — Dugaan praktek ‘kotor’ penerimaan calon siswa baru di SMK Negeri 4 Kota Makassar bakal terbongkar semua dan memasuki babak baru. Kepala sekolah SMA Negeri 4 Makassar akhirnya dilaporkan ke unit Tipikor Polrestabes Makassar oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempar Provinsi Sulawesi Selatan atas sejumlah temuan dan barang bukti telah diserahkan ke penyidik Tipikor untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut.

Ismail salah seorang anggota dari LSM Gempar kepada celebesnews, Rabu (31/8/2016) mengungkapkan, dugaan praktek ‘kotor’ oleh kepala sekolah SMK Negeri 4 Makassar telah meresahkan sejumlah orang siswa pada saat jelang penerimaan calon siswa baru belum lama ini. Karena itu, pihaknya melaporkan masalah tersebut ke aparat penegak hukum agar mendapat atensi.

“Kami sudah melaporkan kepala sekolah SMA Negeri 4 Makassar ke penyidik Tipikor Polrestabes Makassar, mudah-mudahan dalam waktu dekat segera dilakukan pemanggilan terhadap terlapor agar diproses¬† hukum,” tegas Ismail.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Ismail, dalam laporannya tersebut sejumlah temuan praktek ‘kotor’ oleh kepala sekolah SMK Negeri 4 Makassar mulai dari dugaan pungutan liar pada penerimaan calon siswa baru dengan jumlah bervariasi yang mereka harus disetor dan pungutan-pungutan lainnya. “Kami memiliki bukti-bukti pungutan itu berupa kuitansi pungutan pembayaran dari orang tua siswa,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Ismail, dengan apa yang terjadi pada SMK Negeri 4 Makassar tersebut sekaligus menjadi cermin bahwa kondisi pendidikan di Kota Makassar memang sangat bobrok. “Tagline walikota Makassar menjadikan Makassar dua kali tambah baik, justru sebaliknya Makassar dua kali tambah rusak, apanya yang

bagus dengan keadaan seperti ini, adanya ulah-ulah oknum pelaku pendidik seperti yang terjadi di SMK Negeri 4 Makassar,” tandasnya.

Ismail membeberkan sejumlah fakta dugaan pungutan liar yang terjadi pada saat penerimaan calon siswa baru di SMK Negeri 4 Makassar adalah, adanya sejumlah orang tua calon siswa baru yang mendatangi langsung kediaman panitia penerimaan dan menawarkan setoran dana agar dapat meloloskan anaknya.”Memang kelihatannya kepala sekolah tidak bersentuhan langsung, tetapi kami meyakini ini sudah diatur sehingga ada sejumlah calon orang tua siswa yang menyetorkan dananya. Jelas kok, kami punya bukti kuitansi dan rekaman, apanya lagi yang mau disangkalkan oleh panitia penerima calon siswa baru tahun ini,” ujarnya.

Karena itu, Ismail berharap Dinas Pendidikan dan secara khusus walikota Makassar memecat kepala sekolah SMK Negeri 4 Makassar, agar dugaan praktek-praktek ‘kotor’ jelang penerimaan calon siswa baru mendatang tidak terulang lagi. Sekaligus ini menjadi pembelajaran bagi yang lain agar tidak main-main terhadap dunia pendidikan.

Sementara itu Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Makassar H Jufri yang dihubungi celebesnews melalui handphone menjelaskan dengan singkat, siap membuktikan bahwa apa yang menjadi laporan LSM Gempar kepada unit Tipikor Polrestabes Makassar tidak benar. “Kalau perlu siswa-siswa baru ini kami akan hadirkan juga pada saat akan dimintai keterangan untuk membuktikan bahwa mereka diterima memang benar-benar bebas dari seperti yang apa dilaporkan oleh LSM Gempar,” ujarnya. (usman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here