Peran Pesantren Tak Lepas Dari Pemerintah

0
31
PAREPARE—Walikota Parepare, DR. HM. Taufan Pawe, SH. MH menjadikan kehadiran pondok pesantren Al Badar sebagai suatu energi baru baginya dalam memimpin Pemerintahan di Kota Parepare ini.
Ini diungkapkannya saat menghadiri peringatan Hari Lahir XX pondok pesantren Al Badar dirangkaikan dengan Haul III Prof. DR. KH. Abd. Muiz Kabry, di Bilalangnge, Rabu sore kemarin.
Menurut Taufan, kehadiran pondok pesantren ini sangat bersinergi dengan program Pemerintah Kota yang tidak hanya ingin membangun infrastruktur Kota tapi harus selaras dengan pembangunan manusianya.
“Pemerintah Kota sangat mendukung program – program dari pondok pesantren ini, tidak hanya itu Pemkot juga berusaha untuk selalu memback up setiap kegiatan – kegiatannya. Ini semata – mata karena bentuk kepedulian dari kami agar output yang dihasilkan nantinya sesuai dengan apa yang kita harapkan, hadirnya  sosok pemimpin Bangsa  dengan karakter dan moralitas”, harap Taufan.
Taufan juga mengungkapkan  pelaksanaan acara ini adalah sebuah momen bersejarah yang menunjukkan kehadiran pondok pesantren Al Badar masih terus eksis sampai saat ini.
“Tidak bisa dipungkiri kehadiran pondok pesantren di Kota Parepare ini memang sangat kita butuhkan karena filosofis dan ciri kota ini yang dikenal sebagai kota santri dan kota ulama. Apalagi sejarah berdirinya pondok pesantren ini tidak terlepas dari tangan dingin dari seorang tokoh besar Prof. DR. KH. Abd. Muiz Kabry yang dikenal sebagai sosok yang penuh kejuangan”, terangnya.
Kesempatan ini juga, Taufan banyak memaparkan program – program Pemerintah Kota dalam membangun ummatnya. “Masyarakat Parepare akan menuju pada peradaban yang modern, membangun kota Parepare harus dengan hati nurani. Untuk itu, Pemerintah Kota menselaraskan beberapa program kebijakannya melalui program membangun keummatan. Ini semata – mata untuk melihat Kota Parepare yang lebih maju”, ungkapnya.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Propinsi Sulsel, Drs. H. Abd. Wahid Tahir,M.Ag yang hadir pada acara ini pun mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini sebagai wadah untuk menunjukkan eksistensi pondok pesantren.
“Pondok pesantren saat ini diakui sebagai lembaga pendidikan yang terbaik di Indonesia. Hal ini dikarenakan selama 24 jam berada di pesantren tidak pernah terlepas dari pengawasan dan penggemblengan para guru. Disamping itu, dalam pondok pesantren juga diajarkan pendidikan dakwah dan karakter. Ini semata – mata agar output yang dihasilkan tidak hanya cerdas tapi juga mempunyai moralitas”, paparnya.
Turut hadir pada acara ini, Pangdam VII Wirabuana yang diwakili oleh Staf Ahli bidang Ideologi Politik, Kolonel Inf. Suteikno Suleman, Danrem 142 Tatag, Dandim 1405 mlts, Ketua MUI Kota Parepare, DR. KH. Abd. Halim K, Lc. MA serta kepala kantor Kementerian Agama Kota Parepare.(effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here