Proyek Pembangunan Infrastruktur Pemukiman Kumuh di Kelurahan Lappa Senilai Rp 6, 797 Miliar akan Dilaporkan ke Kejaksaan

0
5

SINJAI, CNEWS — Pekerjaan proyek pembangunan infrastruktur pemukiman kumuh di Kelurahan Lappa dan Balangnipa Kecamatan Sinjai Utara senilai Rp 6,797 miliar  berasal dari dana APBN 2016, diduga di mark up. Ketua Lembaga Missi Reclassering Republik Indonesia (LMR RI) Sinjai, Bahar Dinata mengungkapkan indikasi kerugian negara pada proyek ini sangat jelas dari analisa standar satuan harga pekerjaan.

“Kami mendesak kejaksaan segera menesuri proyek ini dan memeriksa semua pihak yang terkait pada proses pengerjaan proyek ini. Indikasi kerugian negara bukan tidak mungkin terjadi dengan melihat sejumlah persoalan yang ada pada proyek ini,” tegas Bahar.

Menurutnya, proyek ini tidak mengacu pada Permen PU No 11 tahun 2013 tentang analisa harga satuan pekerjaan. “Sesuai standar harga satuan pada perencanaan jalan pada umumnya, pekerjaan itu melebihi harga standar. Sehingga diduga kuat terjadi Mark up yang berpotensi merugikan negara. Untuk itu kami juga akan segera melaporkan sejumlah pihak yang terkait pada proyek ini ke kejati Sulsel,” pungkasnya.

Belum lagi, kata dia, kualitas pekerjaan proyek infrastruktur ini apakah benar-benar sudah dikerjasakan sesuai juknis dan ketentuan yang ada. “Kami akan segera merampungkan temuan-temuan indikasi penyimpangan yang terjadi pada proyek pembangunan infrastruktur pemukiman kumuh ini, kemudian kami akan bawa langsung ke kejaksaan tinggi Sulawesi Selatan untuk diproses hukum,” ujarnya.

Kehadiran proyek ini sendiri, ditambahkan Bahar, akan mendapat pengawasan dari LMR-RI Kabupaten Sinjai. Itu karena, masyarakat Sinjai tidak ingin lagi kehadiran sejumlah proyek infrastruktur di daerah ini asal dikerjasakan oleh kontraktor tanpa memperhatikan kualitas pekerjaan. Termasuk, anggaran proyek satu ini akan dimonitoring dalam rangka menghindari terjadinya penyimpangan yang akan berdampak terhadap pengurangan kualitas pekerjaan.

Sementara itu, Utta, perwakilan PT Karya Pembangunan Rezeki sebagai perusahaan yang mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur pemukiman kumuh di Kelurahan Lappa dan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, mengaku tidak tahu menahu apa-apa, karena dirinya mengaku hanya ditugaskan mengawasi pekerjaan.

”Pihak yang lebih tahu atasan di Makassar. Desain gambar juga tidak ada di lokasi karena gambarnya berada di Makassar,” terangnya. (rhmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here