Penggiat Anti Korupsi : Kejati Sulselbar Dinilai Tak Siap Tuntaskan Kasus Sambung Pucuk

0
25
Kasi Penkum Kejati Sulselbar, Salahuddin

MAKASSAR — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar dinilai tak siap menuntaskan kasus ‎kasus dugaan korupsi pengadaan bibit kakao sambung pucuk pada tahun 2012.

Hal itu disampaikan Direktur Riset Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi, Wiwin Suwandi, Kamis (15/9/2016). Alasannya, belum ada kejelasan terkait jadwal pelimpahan terhadap tersangka kasus itu, Sassi Manoppo.‎

‎”Kalau sampai habis masa tahanannya dan tidak kunjung dilimpahkan ke pengadilan, itu artinya Kejati terkesan tidak siap,” kata Wiwin seperti dikutip dari salah satu media online.

‎Selain itu Wiwin juga menyebut, penahanan yang dilakukan oleh jaksa terhadap tersangka dilakukan untuk mempermudah proses penyelesaian kasus.

“Masa tahanan itu diberikan KUHAP kepada penegak hukum. Agar penegak hukum dapat melengkapi apa yang masih kurang di tingkat penyidikan. Itulah gunanya tersangka ditahan agar mempermudah penyidikan,” tambah Wiwin.

Sementara itu Kasi Penkum Kejati Sulselbar, Salahuddin yang dikonfirmasi terkait kasus tersebut memilih bungkam. Upaya konfirmasi yang dilakukan belum direspons.

Sassi Manoppo satu-satunya tersangka dalam kasus itu yang hingga saat ini masih mendekam di sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Gunung Sari Makassar.

Masa tahanan terhadap tersangka Sassi Manoppo oleh jaksa telah dilakukan perpanjangan kedua sejak 6 Agustus 2016. Dengan masa perpanjangan 40 hari yang saat ini tersisa bebebarapa hari lagi.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here