Proyek Balai Ainun Dapat Tambahan Rp.250 Juta di APBD Perubahan

0
6
PAREPARE—Buntut Kekecewaan Pihak Pemerintah Kota pada Proses Pembangunan Gedung Balai Ainun Habibie, yang dinilai kurang berkualitas, terlambat dan sempat ditinggal pihak Pelaksana sebelumnya, Pihak Pemerintah Kota Menginstruksikan Inspektorat Melakukan Audit kepada pihak Pelaksana Pembangunan Gedung Balai Ainun Habibie yang menelan anggaran pembangunan Ro.2 Miliar lebih ini.
           Ini disampaikan Walikota Parepare H.M.Taufan Pawr pada Kunjugannya ke sejumlah lokasi proyek pembangunan bersama rombongan SKPD yang menyempatkan memantau proyek pembangunan Balai Ainun Jumat pagi tadi.
           “Pihak Inspektorat harus turun Periksa Pelaksana Balai Ainun Habibie ini, Proyek ini tidak sesuai dengan harapan, Saya Yakin pelaksanaanya kurang diawasi, dan kualitas Pekerjaan jauh dari RAB” ungkap Taufan Pawe di depan Konsultan Pengawas Pembangunan Gedung ini.
           Kepala Inspektorat, Husni Syam, berjanji  turun bersama tim memeriksa proyek Ainun-Habibie yang menelan dana Rp.2 Miliar lebih ini.  “Sesuai Perintah Kami akan turun bersama Tim menindak lanjuti Perintahkan Wali kota, jika ada pekerjaan tidak sesuai RAB, maka kami minta untuk segera di perbaiki atau di ganti, jika tidak maka bisa putus kontrak dalam pekerjaan ini,”terangnya.
            Sementara Kepala Bappeda Syahrial Djafar, Mengaku untuk proyek Pembangunan Balai Ainun, Pemerintah Kembali menganggarkan Rp.250 juta lebih di APBD Perubahan 2016, itu untuk Kekurangan Dan Pembemahan Gedung ini “ungkap Syahrial Djafar.
            Diketahui Balai Ainun Habibje dibangun pihak PT.Madani Mandiri dengan Anggaran pembangunan Rp.2 Milliar lebih, yang dipercayakan pelaksanaanya ke Andi Johan dengan Surat Kuasa Penggunaan PT.Madani Mandiri dari Notaris, namun sebel rampung 100 persen, proses pembangunan dialihkan ke H.Undin (Selaku pihak Manajemen PT.Madani Mandiri) sebenarnya.(effendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here