Jabat Dirut PD Parkir, Pengamat Pemerintahan : Politisi Golkar Satu ini Jelas Sudah Langgar Kode Etik !!!

0
24

MAKASSAR — Dua politisi DPD II Partai Golkar Makassar yang kini menjabat sebagai direksi di dua Perusda Makassar dinilai telah melanggar kode etik, seperti yang tertuang dalan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2005.

Kedua politisi Golkar tersebut adalah Haris Yasin Limpo Dirut PDAM Makassar yang kini masih menjabat Ketua Harian DPD II Partai Golkar Makassar dan Muhammad Irianto Dirut PD Parkir Makassar saat ini juga masih menjabat Sekretaris DPD II Golkar Makassar.

Pengamat pemerintahan, Arief Wicaksono mengatakan, pelanggaran kode etik oleh keduanya sudah sangat jelas. Sebab, perangkat norma yang ada dalam PP 45/2005 menjadi syarat mutlak bagi para direksi perusda baik saat mendaftar, terlebih ketika mereka sudah dilantik.

“Aturannya sudah sangat jelas dalam PP itu, yakni direksi perusda tidak boleh merangkap jabatan,” tegasnya, saat dihubungi Kamis (22/9/2016).

Olehnya itu, lanjut Arief, masalah ini harus segera dicarikan solusi, yakni dengan dua cara. Pertama, harus dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Mulai dari syarat dan sistem seleksi calon direksi. Kedua, para direksi yang telanjur dilantik dan masih merangkap jabatan harus segera dievaluasi.

“Kalau hal ini tidak segera dilakukan akan menimbukan preseden buruk bagi masyarakat terhadap komitmen Walikota Makassar dalam menegakkan aturan,” pungkasnya.

Seperti dikutip dari salah satu media online menyebutkan, selain Haris YL dan Irianto, masih ada lagi politisi yang rangkap jabatan, yakni Jefri Y. Timbo, Direktur Operasional PD Pasar Makassar. Selain sebagai Ketua OKK DPD Partai Demokrat Sulsel saat ini ia juga tercatat sebagai Plt. Ketua DPC Demokrat Palopo. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here