Disnaker Makassar Sosialisasi Penempatan TKI

0
20

MAKASSAR — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Makassar menggelar sosialisasi Penempatan TKI Formal dan Non Formal di Kota Makassar yang berlangsung di Aula Kantor Disnaker Lt.3, Jalan AP Pettarani No.72, Kamis (20/10/2016).

Kadisnaker Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie SP.,M.Si dalam sambutannya, mengatakan, sosialisasi penempatan TKI formal dan non formal serta penaggulangan tenaga kerja asing merupakan upaya Disnaker Kota Makassar untuk membantu mewujudkan misi Pemerintah Kota Makassar yakni merekonstruksi nasib rakyat menjadi masyarakat sejahtera standar dunia.

Kondisi Ketenagakerjaan di Kota Makassar tahun 2015 dari data yang tersedia, terdapat 57,96% angkatan kerja, dan terdapat tingkat pengangguran terbuka 12,02%. “Berdasarkan data tersebut di atas, secara umum dapat diketahui bahwa masih banyak terdapat pengangguran terbuka di Kota Makassar.

Hal itu terjadi karena ketidakseimbangan yang diakibatkan adanya kesenjangan informasi antara perusahaan pengguna tenaga kerja dengan pencari kerja,” terang Andi Bukti kepada para peserta sosialisasi dari siswa SMK, pimpinan/HRD perusahaan. Menurutnya, pemerintah melalui Menteri Ketenagakerjaan saat ini sedang meminimalisir dan meniadakan penempatan TKI non formal dan mendorong penempatan TKI menjadi formal.

TKI formal sendiri adalah mereka yang bekerja diluar negeri pada berbagai perusahaan atau organisasi yang berbadan hukum, memiliki kontrak kerja yang kuat, di lindungi secara hukum di negara penempatan sehingga relatif tidak mendapatkan permasalahan selama bekerja di luar negeri. “Ada tiga isu utama penempatan TKI formal, pertama, rendahnya informasi pasar kerja. Kedua, soal ‘link but not match’.

Seringkali pengguna (user) di luar negeri meminta tenaga perawat namun ketersediaan data itu pemerintah belum ada. Ketiga, adanya perbedaan antara regulasi pemerintah penerima dengan tuntutan kebutuhan komunitas industri. Artinya pihak pengusaha membutuhkan namun pemerintahnya masih belum memberikan kebebasan masuknya tenaga kerja asing (TKA) dari luar negeri,” jelas mantan Camat Panakkukang itu. (hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here