Pekan Depan, Disnaker Makassar Bakal Tetapkan UMK 2017

0
40

MAKASSAR — Dewan Pengupahan Makassar bakal menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) 2017 pada Senin (7/11/2016), pekan depan. “Senin pekan depan kita sepakat rapat pleno penetapan UMK 2017,” kata A Bukti Djufrie, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Makasdar, Rabu (2/11/2016).

Bukti menerangkan, penetapan UMK 2017 akan mengacuh pada Peraturan Pemerintah (PP) 78/ 2015 tentang pengupahan. Artinya, survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) tidak lagi menjadi dasar penentuan UMK. Survei KHL hanya menjadi data pembanding dalam penetapan upah tahun depan.

Lanjut Bukti kenaikan upah ditetapkan sebesar 8,25 persen sesuai PP. UMK 2016 RpRp2.313.625 diprediksi meningkat menjadi Rp2.504.499 atau naik sekitar Rp190 ribu atau 8,25 persen. “Tetapi, kenaikan upah juga tergantung kesepakatan bersama dalam rapat pleno nanti, bisa lebih dari ketentuan seperti di Pemprov, kita lihat perkembangannya,” kata Bukti.

Apalagi, PP juga mengamanahkan UMK harus di atas UMP. Namun, regulasi tersebut tidak mengatur besaran nilainya. Sekretaris Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sulsel, Abd Muis mengapresi penetapan UMP yang di atas regulasi. SPSI Sulsel juga berkoordinasi dengan perwakilannya di tingkat Kota Makassar. “Kita koordinasi agar teman-teman berjuang sehingga kenaikan UMK Makassar bisa lebih maksimal, bisa mencapai Rp2,6 juta,” katanya.

Dia mengaku, SPSI memang menolak PP 78/2015. Penolakan pun terjadi di semua daerah. Sebab, PP ini membatasi kenaikan upah. Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, La Tunreng berharap pemerintah konsisten terhadap kebijakan yang dibuat. Pasalnya, pengusaha selalu mengikuti aturan yang ada selama ini. “Kalau saya, tidak elok menentukan upah saat pemerintah pusat membuat aturan acuan penetapan. Kalau terjadi dualisme kepemimpinan dalam negara tentu akan mejadi penilaian buruk, aku La Tunreng. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here