Liput Aksi Demo Dugaan Penistaaan Agama, Wartawan Harian Berita Kota Makassar di Sinjai Dianiaya Orang tak Dikenal

0
69

SINJAI, CNEWS — Aksi Demonstrasi Aliansi Mahasiswa Sinjai menuntut Ahok mundur atas dugaan penistaan agama berakhir ricuh di depan kantor DPRD kabupaten Sinjai, Jumat (4/2016).

Akibat aksi yang berakhir ricuh tersebut, selain sejumlah pengunjuk rasa yang mengalami luka, juga salah seorang jurnalis yang meliput aksi demonstrasi ini mendapat perlakuan kurang menyenangkan.

Muh Syahidin wartawan media cetak Harian Berita Kota Makassar Biro Sinjai yang merupakan korban pemukulan di rawat di RSUD Sinjai karena mengalami sesak napas setelah dipukul pada bagian perut dan mata sebelah kiri mengalami luka lebam pada aksi penistaan agama yang berakhir ricuh tersebut.

Atas insiden ini, korban berencana melapor ke Polres Sinjai. “Saya akan melapor setelah saya agak baikan, karena saat ini saya masih merasa pusing dan sesak napas setelah ditinju pada bagian perut dan mata. Saya mau visum dulu,”ujarnya.

Insiden ini terjadi, saat korban sedang mengambil gambar kericuhan yang terjadi antar aparat dan pengunjuk rasa. “Waktu mahasiswa berhamburan,

ada yang di amankan polisi, saya mau ambil gambarnya. Kemudian ada yang pukul dari belakang, ada juga dari depan, pakai baju kaos tertulis polres sinjai, dua orang, pakai baju hitam satu, satunya lagi pakai putih abu-abu,”ungkapnya, Jumat (04/11/2016)

Kapolres Sinjai, AKBP Agus Dwi Hermawan yang dikonfirmasi menjelaskan akan memberi atensi serius terhadap pemukulan wartawan saat meliput aksi demonstrasi ini. “Kasus ini akan kita lirik lebih dalam untuk mencari pelakunya, ini masih kita dialami untuk pemeriksaan, saksi-saksinya kita akan panggil untuk melakukan pemeriksaan kalau memang ada petugas kami yang melakukan itu, kita akan proses,” tegasnya.

Sementara itu, ketua jurnalis peduli Sinjai, SAMSUL BAHRI, mengungkapkan siapapun pelaku pemukulan terhadap wartawan Harian Berita Kota Makassar ini harus diusut. “Kalau memang palakunya adalah petugas, Kapolres harus memberikan sanksi tegas. Saran kami polisi harus diberikan pendidikan kembali terkait fungsi dan tugas jurnalis dan polisi harus paham yang  mana pengunjukrasa dan jurnalis,” tandasnya. (rhmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here