Menhub Tegaskan Dwelling Time Tidak Bisa Dipaksa Harus 2,5 Hari

0
4

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan target dwelling time atau waktu inap barang di pelabuhan tidak bisa dipaksakan harus 2,5 hari. Dwelling time kata mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II ini, tidak bisa dipaksakan dengan waktu yang pendek sekali karena ada beberapa barang yang harus ditimbun sementara di pelabuhan.

“Kita dengan hari-hari yang diciptakan tiga pelabuhan ini sudah oke,” ujar Budi di sela-sela kunjungannya ke Pelabuhan Tanjung Priok, Minggu (6/11/2016).

Menurutnya, yang paling penting adalah masing-masing pemangku kepentingan menunjukan kemajuan dalam kinerja dan pelayanannya. Menhub juga mengatakan, pihaknya tengah mengumpulkan cara bagaimana agar perbaikan lainnya bisa terjadi pada pelabuhan-pelabuhan besar tersebut.

Sebelumnya, pada akhir September lalu, Menhub menargetkan agar dwelling time bisa mencapai 2,5 hari dengan komposisi pre clearance sehari, clereance setengah hari dan post clearance satu hari untuk tiga pelabuhan utama, yaitu Tanjung Priok, Tanjung Perak dan Belawan. Sementara itu, Pelabuhan Makassar ditarget hanya 3,5 hari.

Adapun hingga saat ini, Pelabuhan Tanjung Priok memiliki dwelling time impor sebesar 3,24 hari per 6 November 2016. Pelabuhan Belawan dan Tanjung Perak mencapai masing-masing 2,82 hari dan 2,53 hari per 6 November 2016. (Sumber: solopos.com-ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here