Proyek Senilai 19 Miliar Dinas Bapedalda Bantaeng Dikerja asal-asalan, Nah, Lho kok Pengawas Proyek ‘Tutup Mata’…. ?

0
64

img_20161029_104624BANTAENG, CNEWS — Dinas Bapedalda Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan dinilai lemah dalam melaksanakan fungsinya sebagai kuasa pengguna anggaran. Pasalnya, proyek peningkatan sarana dan prasarana pelayanan lampu penerangan jalan ruas perkotaan, jalan strategi nasional, jalan poros lumpangan baruga, panaikang morowa, bonto jaya, ulugalung ermes, tanetea banyorang, dan tala tala loka dengan nilai HPS Rp 19.699.926.000 tanpa pengawasan, sehingga proyek dikerja asal asalan. Selain itu konsultan pengawas juga terkesan tutup mata.

Pantauan media ini dan waspan kota makassar dilapangan terlihat kondisi beton pondasi tiang listrik tidak sesuai standar nasional Indonesia dengan tidak mengacu pada komposisi adukan beton selain itu pemilihan bahan material beton juga asal asalan tanpa melalui pemeriksaan pasir dan kricak untuk memperoleh nilai berat satuannya. Material pasir yang digunakan seadanya saja begitu juga dengan kericak atau split bukan dari hasil mesin pemecah batu, tapi hanya menggunakan split sungai tanpa pecah bahkan ditemukan batu kali di dalam beton. Bukan hanya itu sistem pengadukan juga tidak menggunakan concrete mixer tapi hanya menggunakan tenaga manusia.  Selain itu ditemukan volume beton berkurang.

Ini Lebih diperparah, pihak dinas Bapedalda baru mengetahui hal tersebut setelah mendapat teguran oleh lembaga kontrol terkait kondisi pekerjaan di lapangan. Sehingga disepakati bersama untuk dilakukan pengecekan langsung ke lapangan dengan menghadirkan pihak pelaksana, konsultan pengawas, dan pihak bapedalda.

Saat dikonfirmasi terkait volume beton yang mengalami pengurangan pihak pelaksana berdalih bahwa kondisi tersebut sengaja di betel ketika pemasangan kabel.” itu karena di betel pak pada saat pemasangan kabel” ungkap salah seorang pihak pelaksana pekerjaan.
Konsultan pengawas H.Dullah saat dikonfirmasi terkait kwalitas beton yang digunakan mengakui bahwa beton yang digunakan adalah beton dengan karakteristik K 225 dengan komposisi beton 1 PC : 2 PB : 3 KR.

“Untuk beton ini berkwalitas K 225 dengan komposisi beton 1 zak semen, 2 pasir dan 3 kerikil, adapun adukannya hanya menggunakan tenaga manusia (manual) karena volume betonnya kecil ” ungkapnya saat ditemui dilapangan.

Sementara berdasarkan ilmu tekhnik sipil untuk memperoleh beton dengan karakteristik K 225 SNI komposisi beton per meter kubiknya yaitu 371 kg semen, 698 kg pasir, 1047 kg kerikil, dan 215 kg air.

Askari limpo salah seorang aktifis di kabupaten bantaeng menilai pihak bapedalda dan konsultan pengawas lalai dalam melaksanakan fungsinya. ” pihak bapedalda dan konsultan pengawas lalai dalam hal pengawasan sehingga terkesan ada upaya pembiaran, jikalau pihak bapedalda dan konsultan ketat dalam hal pengawasan tidak mungkin kwalitas beton yang ada tidak demikian” katanya.

Kepala dinas Bapedalda Bantaeng H.Abdullah Taibe mengaku akan melakukan desakan kepada pihak kontraktor untuk memperbaiki kwalitas beton. ” kami akan mendesak pihak kontraktor untuk melakukan perbaikan beton terkhusus yang ditemukan berkwalitas rendah dan volumenya berkurang” ungkapnya.

Diketahui, proyek peningkatan sarana dan prasarana pelayanan lampu penerangan jalan ini dimenangkan oleh PT RIDHO TEKHNIK dengan nilai kontrak sebesar Rp 19. 699. 629. 000. (gt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here