Sudah 20 Tahun Mengaku Nabi, Taking Akhirnya Ditangkap Polisi

0
59

PANGKEP – Saharuddin alias Taking (54 tahun), warga Kampung Mangkaca, Kelurahan Bonto Matene, Kecamatan Segeri membuat resah banyak warga. Karena mengaku sebagai nabi.

Taking mengaku diangkat Tuhan sebagai nabi sejak Oktober 1996 dan berganti nama menjadi Nabi Taking. Dia juga mengaku kerap mendengar bisikan-bisikan gaib yang diyakininya sebagai Tuhan.

Pada tahun 2012 sepulang merantau dari Malaysia, ia memproklamirkan kenabiannya kepada keluarganya. Taking juga tidak mau mengakui kedua orang tuanya. “Saya dua kali diturunkan dari langit. Saya bertemu Tuhan,” kata Taking di Mapolres Pangkep, Kamis 11 November 2016.

Sejak mengaku sebagai Nabi 20 tahun silam, tidak ada satu pun warga yang menjadi pengikutnya. “Karena dia tidak merekrut pengikut,” kata Arsyad, saudara ipar Taking.

Sebelum ditangkap polisi, menurut Arsyad, Taking sempat menjadi penjaga masjid di kampungnya. Tapi karena tidak pernah shalat, Taking diusir oleh jamaah mesjid. Sejak Agustus 2016 Taking pergi ke masjid di kampung lain. “Karena di sana juga sering mengaku nabi warga melaporkannya ke polisi,” kata Arsyad.

Menurut Arsyad, Taking tidak betah tinggal di rumah orang tuanya. Karena kerap ditegur gara-gara tidak mau bekerja. “Makanya dia lebih senang tidur di masjid,” kata Arsyad.

Untuk menyambung hidup, Taking sering ditemukan keliling ke perumahan warga. “Berdoa di depan pagarnya orang lalu warga kasi uang,” kata Arsyad.

Kepolisian Resort Pangkep mengamankan Taking karena mengaku sebagai nabi. Lelaki yang tidak punya pekerjaan tetap ini diamankan atas aduan warga yang resah.

Kapolres Pangkep, AKBP Edy Kurniawan mengatakan masih melakukan pendalaman. Ia juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Pangkep untuk pemeriksaan psikiater terhadap Taking. “Kita akan interogasi dulu, biar jelas semuanya,” ucap Edy. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here