Berkomplot Dengan Direktur CV Makassar Grafika Anggarkan Proyek Pengadaan Brosur, Mantan Kadis Kominfo Makassar Ditahan, Nah, Kamu Ketahuan….

0
70

MAKASSAR — Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Pemerintah Kota Makassar Ismonandar akhirnya resmi ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Gunungsari Makassar, Sulawesi Selatan.

“Ismonandar diduga melakukan tindak pidana korupsi pasal 2 atau pasal 3 Undang-undang korupsi,” sebut Kepala Kejari Makassar, Deddy Suwardy Surachman kepada wartawan usai pemeriksaan di Makassar, Senin (14/11/2016).

Alasan penahanan, kata dia, adalah merujuk pasal 21 KUHP dengan alasan subjektif dan objektif. Selain itu penahanan akan dilakukan selama 20 hari di lapas untuk keperluan pemeriksaan.

“Penahanan ini untuk mempermudah proses penyelidikan. Karena dikhawatirkan tersangka bisa melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya,” kata Deddy.

Dia menjelaskan, saat itu tersangka sebagai kepala dinas dan mengajukan proyek pengadaan brosur promosi Kota Makassar. Namun dalam perjalanan, saat proses lelang berkomplot dengan Direktur CV Makassar Grafika, John S De Fretes, yang sudah dijebloskan di Lapas.

“Peran dia adalah merangkap jabatan menjadi Kuasa Pengguna Anggaran atau KPA dan PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen yang seharusnya tidak dibolehkan dalam aturan,” ungkapnya kepada wartawan.

Selain itu proyek pengadaan brosur dinilai tidak wajar, sebab pihak Kejari sudah melakukan ekspos kasus di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait proyek itu.

“Indikasi kerugian negara yang ditimbulkan kurang lebih Rp800 jutaan dari dana proyek yang digelembungkan tersangka,” katanya.

Kasi Intelijen Kejari Makassar Alham menambahkan, penahanan terhadap Ismunandar akan dilakukan sampai perkara tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Makassar.

Sementara Penasehat Hukum Ismonandar, Burhanuddin LM pada kesempatan itu menyatakan akan melakukan upaya hukum lainnya dengan mengajukan penangguhan penahanan.

“Kita baru mengajukan penangguhan paling tidak kasusnya bisa tahanan kota. Jadi tidak ada alasan tidak bertemu dan bisa setiap saat. Tuduhan itu disangkali, namanya tersangka apalagi tidak berbuat,” ujarnya kepada wartawan.

Mengenai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dituduhkan kepada kliennya, kata dia, nanti baru akan diketahui setelah masuk di pengadilan.

“Nanti di pengadilan baru kita tahu persis, BAP dan saksi-saksinya. Saat ini kan kita belum tahu dan baca, nantilah di pengadilan,” ulas dia.

Sebelumnya, Ismonandar menjalani pemeriksaan di Kejari Makassar sejak pukul 10.30 WITA dengan didampingi penasehat hukumnya.

Hingga akhir pemeriksaan pukul 15.00 WITA Ismonandar akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan dan dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Makassar.

Ismunandar juga dicopot Wali Kota Makassar dari jabatannya setelah kasus ini terungkap. Dirinya bersama John S De Fretes dinyatakan bersekongkol melakukan penggelembungan anggaran dan merekayasa proses lelang tender yang tidak sesuai aturan. (int)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here