Kejati Sulsel Temukan Data Baru, Dugaan 16 Hektar Pembebasan Lahan Bandara Hasanuddin fiktif

0
44

MAKASSAR – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar terus menelusuri perkara tindak pidana korupsi pembebasan lahan untuk perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang sudah menetapkan 4 tersangka.

Kejati Sulselbar menemukan data baru, yakni dugaan 16 hektare yang telah dibebaskan untuk perluasan bandara diduga fiktif.

Kepala Kejati Sulselbar, Hidayatullah, menjelaskan untuk perluasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar awalnya dibutuhkan luas lahan 60 hektare yang akan dibebaskan. Hanya saja, ungkapnya, hanya 44 hektare yang resmi dibebaskan.

“Saya khawatir surat-surat kepemilikan lahan digandakan untuk memenuhi kebutuhan Angkasa Pura (AP) yang butuh lahan 60 hektare untuk perluasan Bandara,” sebutnya.

Indikasi adanya dokumen pembebasan lahan fiktif ditunjukkan dengan ditemukannya bukti dalam 1 bidang tanah ternyata memiliki beberapa surat kepemilikan tanah.

“Saya sudah disampaikan sama Kasipenkum yang menyampaikan 1 bidang tanah suratnya sudah ada banyak. Bahkan bisa saja dalam 1 bidang tanah itu dibayar berulang,” ungkapnya.

Selain itu, Kejati Sulselbar juga menemukan fotokopi surat lahan, yang di-fotokopi kembali tetapi tetap dibayarkan ganti rugi pembebasan lahannya. “Ada 1 lokasi yang datanya cuma fotokopi-an, kemungkinan bisa difotokopi dan fotokopi lagi,” herannya.

Dia pun menyayangkan AP sebagai pengguna anggaran yang tidak melakukan pengecekan secara langsung, apakah lahan yang dibutuhkan sesuai data. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here