Pemprov Sulsel Dinilai Berbohong, Nasib Ratusan Alumni Sekolah Ikatan Dinas STKS Semakin tak Jelas

0
6

MAKASSAR – Lulus di Sekolah Ikatan Dinas Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung pada 2007 mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, membuat Ian Indra Wahyu patut berbangga. Apalagi Pemprov Sulsel telah menjanjikan mereka melalui kerjasama dengan STKS Bandung bahwa yang bersekolah di STKS akan terikat kedinasan atau otomatis menjadi CPNS.

Namun ternyata, janji itu hanya sekadar ucapan manis belaka. Sejak lulus 2011 sampai sekarang, Ian dan ratusan alumni STKS Bandung perwakilan Sulsel lainnya tak menjadi apa-apa di Pemprov Sulsel, bahkan CPNS pun tidak. Mereka sebagian besar hanya menjadi pegawai honor, itu pun tak sesuai bidang ilmunya.

“Terus terang kami merasa dibohongi. Sudah berbagai upaya kami lakukan mempertanyakan status kami di BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Sulsel, tapi hasilnya nihil. BKD terkesan tak mempedulikan aspirasi kami,” ujar Ian yang merupakan alumni angkatan pertama STKS Bandung perwakilan Sulsel ini.

Ian menuturkan telah membawa masalah ini ke Komisi A DPRD Sulsel dan telah dilakukan rapat dengar pendapat yang juga dihadiri oleh pihak BKD Sulsel pada 2 November 2016. Dalam rapat, DPRD mendukung alumni STKS dan siap memfasilitasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk memperjuangkan statusnya sebagai CPNS.

Namun, BKD Sulsel diwakili Nursamsi menolak dan malah berdalih bahwa pemerintah tak pernah menjanjikan alumni Ikatan Dinas STKS untuk menjadi CPNS. Parahnya lagi karena BKD menganggap siswa STKS sengaja disiapkan agar dana APBN dan APBD bisa cair.

“Pernyataan itu sangat jelas sangat bertentangan dengan aturan dalam kerjasama STKS dan Pemprov Sulsel bahwa yang lulus di STKS akan diangkat sebagai CPNS,” kata Ian lagi.

Ian pun menyinggung Peraturan Pemerintah nomor 14/2010 tentang Pendidikan Kedinasan. Di aturan itu sangat jelas pada Bab III, pasal 4, bahwa Program pendidikan kedinasan hanya menerima peserta didik pegawai negeri dan calon pegawai negeri.

“Kami heran mengapa BKD terkesan menghalangi karir alumni STKS Bandung, ada apa?” tanya Ian kecewa.

Ilham Agushari, alumni angkatan III STKS Bandung utusan Sulsel, juga senasib dengan Ian. Menurutnya, saat masuk ke STKS Bandung proses seleksinya sangat ketat, seperti halnya penerimaan PNS. “Karena memang janjinya langsung terangkat sebagai CPNS makanya seleksinya ketat,” kata dia.

Tapi, lanjut Ilham, apa yang diharapkan setelah lulus berbeda 360 derajat. Sebagai alumni STKS, kemampuan mereka tak pernah diperhitungkan, meski ada penerimaan di bidang sosial, alumni STKS tak diterima.

“Parahnya lagi karena ijazah STKS tak berlaku umum, sehingga kami para alumni tak mendaftar kerja di instansi lain seperti BUMN dan sebagainya,” tutur Ilham.

Dia berharap agar pemerintah membuka mata dan hati untuk memperhatikan status para alumni STKS Bandung yang telah dibiayai Pemprov Sulsel demi kebutuhan tenaga sosial di Sulawesi Selatan. Terlebih, Sekda Sulsel yang saat itu (2007) masih dijabat Andi Muallim telah meminta setiap daerah membuka formasi (CPNS) untuk pranata sosial untuk menyerap alumni STKS. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here