DKP3 Kota Makassar Beri Pelatihan Penggunaan Alat Tangkap Ramah Lingkungan Bagi Nelayan

0
9

img-20161129-wa0079MAKASSAR, CNEWS — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan (DKPPP) kembali memberikan keterampilan, berupa pelatihan kepada 500 nelayan di Hotel Singgasana, Selasa (29/11).

Pelatihan terhadap para nelayan ini untuk peningkatan kapasitas nelayan agar melakukan penangkapan dengan menggunakan alat ramah lingkungan seperti jaring, pancing dan sebagainya dan tidak menggunakan alat yang merusak lingkungan dan ekosistem sumber daya laut seperti melakukan pemboman dan pembiusan ikan.

“Pelatihan ini dalam rangka terus memberi motivasi dan dorongan kepada nelayan yang ada di Kota Makassar agar lebih agar menggunakan alat tangkap ramah lingkungan. Peserta pelatihan ini kita hadirkan mereka berasal dari pulau dan kelurahan pesisir. Ini adalah peningkatan kapasitas nelayan bahwa kalau kita menggunakan alat ramah lingkungan itu bukan hanya kepentingan pemerintah, tetapi kepentingan nelayan sendiri agar mereka memiliki laut yang lestari. Jangan sampai menggunakan bom dan bius karena merusak sumber daya alam laut kita sehingga anak cucunya nanti tidak memiliki lapangan kerja dan kita tinggal di darat bisa defisit ikan kalau misalnya terus melakukan pemboman dan pembiusan,” kata Kepala DKPPP Kota Makassar, Abd. Rahman Bando usai membuka kegiatan temu teknis penggunaan alat tangkap ramah lingkungan di Hotel Singgasana.

Pada pelatihan ini, selain memberi educasi kepada para nelayan dalam menggunakan alat ramah lingkungan, juga para nelayan diberikan pemahaman bagaimana menangkap ikan dengan cara kombinasi dimana nelayan menangkap ikan sambil melakukan budidaya ikan itu sendiri. Salah satu cara pembudidayaan yakni dengan tidak menangkap yang belum layak. ” Kita mengkombinasikan yakni menangkap dan membudidayakan. Kalau dia dapatkan ikan yang kecil maka silakan budidayakan dulu di keramba-keramba nanti pada ukuran memungkinkan baru diambil,” terangnya.

Soal keselamatan para nelayan, kata Rahman Bando, agar para nelayan memperhatikan fenomena alam atau cuaca apalagi saat ini memasuki musim hujan. ” Kita harapkan memasuki musim penghujan agar lebih berhati-hati agar nelayan bisa melaut dengan selamat,” tuturnya.

Ditambahkan, dalam mendorong peningkatan hasil tangkap dan perlindungan bagi nelayan, pemerintah juga telah memberikan fasilitas kepada nelayan berupa pemberian jaminan asuransi.  “Pemerintah pusat memberikan jaminan asuransi nelayan. Itu diserahkan secara simbolis kemarin di Untia,” pungkasnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here