Tuai Sorotan Harga dan Pendistribusian Raskin, DPRD Luwu Utara Gelar Rapat Bersama Forum LSM dan Pers

0
2

LUWU UTARA, CNEWS — Komisi 3 DPRD Luwu Utara dan sejumlah LSM yang tergabung dalam Lembaga FORUM LSM DAN PERS LUWU UTARA mengadakan Rapat tentang Penyaluran Raskin di beberapa kecamatan yang tidak sesuai mekanisme.

Rapat Tersebut dihadiri oleh Semua Yang Tergabung dalam Lembaga Forum LSM DAN PERS yakni : Ketua Forum Marsudi, Wakil Nasrullah Umar, Sek syamsir bersama Semua Anggota Yakni abdul jalil, Marwan, Frans, nursalim, kaliyo SE, hamsa Ruddin, supriadi mukmin, Darwis, Ari, Hasril, abil hatta, gasalli,

Dalam Rapat tersebut sempat menuai Adu Argumen antara Kepala Desa, camat dan LSM karena ternyata Penyaluran Selama ini di beberapa Kecamatan Ada indikasi tidak Sesuai dengan harga yang ditentukan oleh pemerintah Rp. 1.600 Perkilogram, sehingga dijual Perkarung berat 15 Kilogram Rp.24.000.

Ednan camat Sabbang mengatakan bahwa selama ini Belum ada laporan dari Kepala desa, kepala dusun, Penyalur tentang Adanya Harga yang tidak sesuai ketentuan.

Begitupun Camat malangke M.Yamin mengatakan tidak ada laporan dari unsur terkait dan selama ini kami Berikan Harga Raskin 24 ribu Persak.

Camat Malangke Barat pun Membantah adanya Penyaluran Raskin kepada Rumah Tangga sasaran yang tidak sesuai Koridor Harga yang ditetapkan dari Daerah 24 Ribu persak. Ujarnya

Kabag ekonomi Metu R Mengatakan Bahwa Penyaluran Raskin tidak boleh melampauhi aturan 1.600 perkilogram.
Ditambahkan pula bahwa Distribusi aneh aneh yang tidak sesuai dengan pedum itu melanggar aturan dan penerima harus pada sasaran, kalau kita jalan sesuai koridor tidak akan ada sorotan. Ujar Kabag Ekonomi

Andi Sukma Wakil Ketua Dprd menyebutkan Bahwa LSM pendamping yang ada tidak perna dilibatkan dalam penyaluran.

Anggota dewan Sebagai Moderator Amir Mahmud dan Anggota Dewan Komisi 3 yakni Aris Mustamin Dan Edi Sudarto Sangat Mengapresiasi Pertemuan ini Karena merupakan Kritikan Dan saran yang sangat Membangun. Ujar Amir Mahmud

Ditambahkan oleh Anggota Komisi 3 DPRD Aris Mustamin bahwa Tidak boleh ada Kepala Desa yang beralasan tentang tidak adanya Distribusi.

Kepala desa Takalala Nasrianti, SPd Kecamatan Malangke Timur mengakui Harga raskin terkadang 25.000 persak karena tidak ada uang kecilnya Kepala Desa Untuk dikembalikan Rp.1.000 jadi Penerima Raskin sendiri yang ikhlaskan kami tidak perna memintanya. Ujar Kades Takalala.

Diselah Ketegangan Perdebatan sangat Menjadi bahan tertawaan karena maksud kalimat angkutan dana distribusi yang tidak diketahui oleh Nasrianti sampai semua anggota Komisi 3 tertawa.

Kesimpulan yang diambil oleh Komisi 3 DPRD adalah :
1. Dilarang membuat kesepakatan dalam bentuk apapun dalam penyaluran Raskin.
2. Komisi 3 merekomendasikan kepada Kabag Ekonomi untuk memaksimalkan kinerja Lsm Pendamping kaitannya dengan penyaluran Raskin di setiap Kecamatan.
3. Tidak boleh melakukan pungutan dalam bentuk apapun dalam penyaluran Radkin
4. Raskin harus diserahkan kepada RTS sesuai data BPS.
5. Distribusi penyaluran Raskin perlu ditinjau kembali.
Turut Hadir para Kepala Desa yang menurut Forum LSM DAN PERS terindikasi penyaluran yang tidak sesuai Pedum :
Kades Baku-baku, kades WAETUO, kades TANDUNG, kades BONE SUBUR, kades KALUKU, kades SUKAMAJU, kades WONOKERTO, kades TAKALALA, kades PATOLOAN, kades SIDOMUKTI, kades PENGKENDEKAN, kades LINO TRAPEDO, kades GIRI KUSUMA. (frans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here