Kadis Kehutanan Sulsel Sukri Mattinetta : Malino akan Disulap Seperti Kota Raya Bogor

0
2

Pemerintah pusat melalui pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mengemas dan menyiapkan konsep untuk mewujudkan Malino sebagai kota raya. Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Malino, pemerintah mulai memoles kawasan Malino dengan beragam keindahan dan ketertarikan yang dimiliki oleh daerah ini.

Kepala Dinas Kehutanan Sulsel Sukri Mattinetta mengungkapkan dalam rangka mewujudkan Malino sebagai kota raya telah dilakukan beberapa kali pertemuan dengan pemerintah pusat yang melibatkan sejumlah instansi terkait.

“Kami sudah beberapa kali melakukan rapat-rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka mempersiapkan program pelaksanaan Malino sebagai kota raya. Kedepan, Malino akan seperti kota Raya Bogor” ujarnya.

Selanjutnya respon positif dengan rencana menjadikan Malino sebagai kota raya juga mendapat apresiasi dari pemerintah Kabupaten Gowa.

Dalam mewujudkan program tersebut, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo menggagas sebuah program Pariwisata Beautiful Malino.

Ia berharap tahun depan Pemerintah Kabupaten Gowa merilis Beautiful Malino sama seperti Lovely Desember yang ada di kabupaten Tana Toraja.

“Beautiful Malino itu ada beberapa kegiatan yang ada di dalamnya. Contoh ada perlombaan bunga kemudian seminar budaya ada trail,” ujar Adnan belum lama ini.

Adnan juga mengatakan, event Beautiful Malino yang akan dilaksanakan tahun depan ini sebagai pemicu untuk dapat membuat event yang bertaraf intrernasional.

“Kita berharap seperti itu, makanya kita galakkan pertama kali dengan Beautiful Malino, orang di Sulsel bahkan di Indonesia inikan kita tentu menyukai pemandangan puncak, dengan pemandanagan alam yang ada dan cuaca yang sejuk dan dingin. Orang indonesia kan tidak memiliki kebiasaan dan kebudayaan untuk berjemur, makanya kita berharap malino ini mampu kita maksimalkan,” katanya.

“Setelah Rapat dengan bapak Wakil Presiden JK bersama mentri-mentri yang terkait untuk kita jadikan malino ini sebagai destinasi wisata nasional dengan menjadikan malino ini sebagai kota raya malino, kota raya malino itu akan kita masukkan konsep kebun raya bogor akan kita integrasikan masuk kesini, dan targetnya hingga tahun 2019 mendatang,” tambahnya.

Selain itu, anggaran yang digunakan, Adnan mengaku dari Pemkab Gowa, hanya mampu pada pembebasan lahan saja, sementara untuk pelebaran jalan menuju Malino akan dilimpahkan ke Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.

“Sementara kita susun untuk APBD Pokok tahun 2017, kita juga belum bisa memperkirakan berapa. Kita sementara megidentifikasi pemilik lahan nanti kita hitung sama sama, yang jelas pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemkab Gowa,” pungkasnya. (ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here