Kejati Sulsel Mulai Dalami Gratifikasi Pembebasan Lahan Pasar Mandai

0
31

MAKASSAR — Kejaksaan Tinggii Sulawesi Selatan mendalami dugaan gratifikasi pada pembebasan lahan Pasar Mandai, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Senilai Rp7,4 miliar.

“Masih didalami dan belum ada kesimpulan. Kita masih melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan dulu,” ujar Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel Salahuddin di Makassar, Minggu (4/12/2016)

Dalam pembebasan lahan untuk relokasi Pasar Mandai tersebut diduga ada beberapa oknum pejabat telah mendapatkan pembagian atau fee dari hasil penjualan lahan Pasar Mandai seluas satu hektare lebih.

Di mana diketahui fee tersebut diberikan sebagai kompensasi dari pemilik lahan yang telah mendapatkan pembayaran ganti rugi.

Setiap oknum pejabat diketahui mendapat kompensasi sebesar Rp100 ribu setiap meternya dari pemilik lahan yang telah menerima ganti rugi. Jika ditotalkan maka nilainya mencapai Rp1 miliar lebih.

Salahuddin menuturkan, dari informasi yang diperoleh tersebut nantinya akan segera ditindaklanjuti dan sesegera mungkin akan dilaporkan ke pimpinan.

“Nanti kita akan coba telaah dan pelajari informasi itu,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Direktur Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi sangat mengapresiasi upaya Kejati Sulsel yang mau bersikap responsif terhadap informasi tersebut.

“Kami apresiasi kalau ini untuk pemberantasan korupsi. Seharusnya memang Kejati Sulsel tidak mendiamkan bila ada informasi seperti ini. Apalagi infonya sudah beredar di berbagi media,” ucapnya.

Kadir berharap agar pihak Kejati bisa betul-betul serius dan segera mengusut kasus ini secara profesional dan proporsional, tanpa ada tebang pilih.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here