Penyidik Ditkrimsus Polda Sulsel Mulai Bidik Tersangka Lain Kasus Korupsi Pasar Pa’Baeng-Baeng

0
43

MAKASSAR — Setelah menerima pelimpahan tahap pertama, berkas tersangka kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli), pasar Pa’baeng-baeng, Laisa A Manggong. Dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulsel. Tim Jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi Sulsel menyatakan bila berkas yang telah diterima oleh penyidik, masih belum memenuhi unsur. Baik secara formil maupun materil.

Dikembalikannya berkas penyidikan tersebut kepada penyidik, dikarenakan dalam berkas tersebut masih ada beberapa bagian yang belum lengkap. Sehingga jaksa peneliti mengembalikan berkas kasus tersebut, ke pihak penyidik Direskrimsus untuk dilengkapi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di Kejati Sulsel, ada sekitar 8 petunjuk jaksa peneliti, yang harus dipenuhi oleh penyidik agar berkas kasus tersebut bisa dinyatakan lengkap. Selain diminta melengkapi 8 petunjuk tersebut, salah satu petunjuk Jaksa peneliti yang harus dipenuhi penyidik yaitu, penyidik diminta untuk mendalami peran tersangka lain dalam kasus itu.

Sebab menurut Jaksa peneliti masih ada pihak yang dianggap, memiliki peran keterlibatan dan bisa berpotensi dijadikan tersangka dalam kasus itu. Selain tersangka Kepala pasar Pa’baeng-baeng, Laisa A Manggong.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan bila pekan ini tim Jaksa Peneliti berencana, akan mengembalikan berkas tersebut kepada penyidik Ditkrimsus Polda Sulsel untuk dilengkapi. “Rencana pekan ini Jaksa peneliti akan P-19 (mengembalikan berkas) kasus itu, ke penyidik,” ujar Salahuddin, Senin (5/12/2016).

Menurut dia, ada sekitar 8 petunjuk Jaksa yang harus dilengkapi penyidik, yaitu petunjuk formil dan materilnya. Apabila penyidik telah memenuhi petunjuk tersebut, Salahuddin tidak menampik, berkas kasus tersebut sudah bisa dinyatakan lengkap (P-21).

“Saya berharap penyidik bisa memenuhi petujuk, yang telah diberikan tim Jaksa peneliti. Kalau cepat dipenuhi oleh penyidik, tentunya kasus ini bisa cepat diperoses,” pungkasnya.

Hanya saja Salahuddin, tidak mengetahui apa-apa saja isi petunjuk Jaksa peneliti tersebut. Dia berdalih hal tersebut merupakan tupoksi dan wewenang tim Jaksa Peneliti. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here