Korupsi Pembebasan Lahan Bandara, Camat Mandai dan Kadus Menangis Dijebloskan ke Rutan

0
64

keterangan foto: Camat Mandai Mahmud Usman saat digelandang ke Lapas Gunung Sari Makassar karena diduga terlibat korupsi dalam Mark Up pembebasan lahan untuk perluasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (int)

 

MAKASSAR —- Peringatan hari anti korupsi Internasional yang diperingati setiap 9 Desember 2016, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar membuat gebrakan.

Kali ini Kejati Sulselbar menjebloskan 2 tersangka yakni Camat Mandai Mahmud Usman dan Kepala Dusun Bado-Bado Desa Bajimangai Rasyid, dalam kasus korupsi pembebasan lahan untuk perluasan Bandara Sultan Hasanuddin yang merugikan negara Rp 318 miliar.

Sebelum ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sari Makassar, dua tersangka tersebut sempat mengikuti pemeriksaan oleh jaksa penyidik. Usai pemeriksaan Camat Mandai, Mahmud Usman, terlebih dahulu dijebloskan ke Lapas Gunung Sari.

Saat ditemui awak media, Mahmud Usman, enggan berkomentar. Tapi sebelum penahanan, tampak Mahmud memang sudah siap untuk ditahan dengan membawa tas.

Berbeda dengan Mahmud, Rasyid sebelum dibawa ke Lapas Gunung Sari Makassar, tampak menangis dan sempat beberapa kali menelpon sanak keluarganya di Maros.

Pengacara Rasyid, Sulaiman Mansyur mengaku kecewa terhadap keputusan Kejati Sulselbar yang menahan kliennya. Padahal menurutnya, selama pemeriksaan kliennya sangat kooperatif dan selalu memenuhi panggilan Kejati Sulselbar.

“Seharusnya dia tidak ditahan. Dia selalu datang pemeriksaan, bahkan Pak Rasyid datang lebih dulu untuk diperiksa dibandingkan jaksa penyidiknya,” keluhnya.

Dia menambahkan pihaknya belum memikirkan langkah hukum selanjutnya apakah akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke jaksa penyidik atau tidak. “Kita masih kaji dulu apakah kita ajukan penangguhan penahanan atau tidak,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulselbar Salahuddin mengatakan penahanan terhadap 2 tersangka perkara tipikor dikarenakan terindikasi terlibat penyimpangan pembebasan lahan untuk perluasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

“Kita menahan 2 tersangka tersangka pembebasan lahan bandara yang dibayarkan Angkasa Pura I. Untuk Mahmud Usman, kita tahan karena selaku Camat yang melakukan pelepasan hak yang dimana dia tanah yang telah ditetapkan didalam ketentuan UU nomor 2/2012 yg dijabarkan Perpres 71 tahun 2012 bahwa tanah yang sudah ditetapkan oleh Gubernur itu tidak boleh dialihkan kecuali kepada pihak yang hendak melakukan pembebasan, yang artinya hanya bisa dialihkan kepada AP I,” ujarnya kepada sejumlah awak media yang menumuinya di kantor Kejati Sulselbar.

Selain itu, kata dia, Camat juga beberapa menerbitkan dokumen yang seharusnya dokumen itu tidak bisa diterbitkan. “Masa’ ada dokumen sporadik diterbitkan seragam menjelang pembebasan. Selain itu Camat juga selaku PPAT itu juga ada kaitannya dengan dokumen tadi,” tuturnya,

“Apalagi dia anggota P2T yang disitu dianggap bahwa seharusnya saat pembebasan harus diverifikasi dan diindentifikasi yang mana tanah garapan dan yang mana bukan tanah garapan. Harus dipilih, karena tidak mungkin negara beli punyanya lagi,” tegasnya.

Akibat keterlibatan tersebut baik Mahmud Usman dan Rasyid ditahan di Lapas Gunung Sari Makassar selama.20 hari kedepan. “Setelah ini kita fokus pemberkasan. Kita juga akan menelusuri aliran dana korupsi tersebut apakah ada yang mengalir ke pihak lain,” pungkasnya. Demikian dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here