Kerugian Negara Rp7 Miliar, KH Terdakwa Titip Pengembalian Rp1 Miliar ke Jaksa

0
5
PAREPARE—-Pihak Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan RSUD Andi Makkasau 2014 lalu, Mulyadi.SH. Menitipkan Kerugian Negara Rp.1 Miliar dari Total Kerugian Negara Rp.7 Miliar dari proyek Alkes Anggaran Rp.19.8 Miliar lebih itu.
              Titipan Kerugian Negara itu diserahkan Kuasa Hukum Chandra Pratama, (Direktur PT.Pahlawan Roata-Pelaksana Proyek Pengadaan Alkes) salah seorang Terdakwa Korupsi Alkes. Kepihak Kejaksaan Parepare Selasa kemarin.
              Kasi.Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Parepare Muh.Hasby SH.MH. Kepada Media mengaku, pihaknya menerima dari Kuasa Hukum salah seorang Terdakwa, dana sebagian Kerugian Negara Rp.1 Miliar dari total Kerugian Negara Rp.7 Miliar dan itu diserahkan ke Pihak Kejaksaan Parepare dan nantinya akan dititipkan ke BRI Cabang Parepare.
            “Kami menerima Pengembalian sebagian Kerugian Negara dari pihak Terdakwa Rp.1 Miliar, dan dana itu kami titipkan di BRI Cabang Parepare, karena pihak Kejaksaan Parepare sudah melakukan MoU dengan Pihak BRI, dan atas MoU itu, pihak Kejaksaan berhak menitipnya di Bank manapun” ungkap mantan Kasi.Intel Kejari Kabupaten Enrekang ini.
           Uang tunai pecahan Rp. 100 ribu Rp. 1 milyar diserahkan langsung Mulyadi (Kuasa Hukum Terdakwa Chandra Pratama (Direktur PT.Pahlawan Roata) kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Parepare, Reskiana Ramayanti didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Parepare, Muh. Hasbi dan disaksikan Pimpinan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI Parepare, Muhammad Munawir Nawjib di Ruang TP4D Kejari Parepare.
Mulyadi mengaku, uang tunai Rp. 1 milyar dikeluarkan dari Bank Mandiri Makassar dan itu merupakan suatu etikad baik dari kliennya (terdakwa) dengan menitipkan uang tunai Rp. 1 milyar kepada Kejaksaan Negeri Kota Parepare sambil menunggu inkra putusan pengadilan.
“Jika putusan pengadilan nantinya terbukti terdapat kerugian negara lebih dari Rp. 1 milyar maka jumlah uang yang sudah kami titipkan akan kami tambahkan, jika kerugian negara dibawah dari Rp. 1 milyar maka sisanya akan kami ambil kembali,” jelas Mulyadi.
Dalam perkara ini, pihak kejaksaan melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah menetapkan dua orang sebagai terdakwa, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Uwais Al Qarni dan Direktur PT Pahlawan Roata Candra Pratama. Proses hukum keduanya sedang bergulir di Pengadilan Tipikor Makassar dan kini dalam prosea Hukum.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Parepare, Reskiana Ramayanti didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Parepare, Muh. Hasbi menyebutkan, berdasarkan hitungan jaksa pada kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) dan kamar bersalin RSUD Andi Makkasau Kota Parepare TA 2014 senilai Rp. 19,8 milyar, terdapat dugaan kerugian negara sebesar Rp. 7.429.638.135
 (Effendy).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here