Pemprov Sulsel Apresiasi Aliansi Indonesia Kota Makassar, Siap Bangun Sinergitas dan Bantu Selesaikan Tanah Warga di Desa Tombolo Pao, Malino

0
8

MAKASSAR, CNEWS — Aliansi Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi warga terkait penyelesaian persoalan sengketa tanah. Di Kota Makassar, DPC Aliansi Indonesia kembali melakukan pendampingan terhadap warga yang berada di kawasan wisata Malino, Kabupaten Gowa. Sedikitnya, ratusan kepala keluarga yang telah meninggali dan menggarap lahan mereka di Desa Tombolo Pao, Malino memberikan kuasa terhadap tanah yang mereka tinggali dan garap tersebut kepada Lembaga Aliansi Indonesia Kota Makassar.

Dalam menyelesaikan persoalan tanah warga di Desa Tombolo Pao, Malino, Aliansi Indonesia Kota Makassar melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak dan stake holder guna mendorong adanya kepastian terhadap lahan warga yang telah bermukim puluhan tahun agar tidak lagi dipermainkan oleh oknum-oknum tertentu yang datang mengklaim ataupun mau menjual lahan mereka.

Salah satu langkah dalam memberi solusi terhadap persoalan tanah warga tersebut, Aliansi Indonesia Kota Makassar melakukan pertemuan dengan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan diwakili oleh Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Andi Sukri Mattinetta, Jumat akhir pekan lalu di ruang kerjanya, dipimpin langsung oleh Ketua Aliansi Indonesia Kota Makassar IbrahimĀ  Anwar dan Dewan Penasehat Bunda Elen.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah point penting yang menjadi agenda pembahasan adalah soal kepastian tanah di Desa Tombolo Pao, Malino, apakah masuk dalam kawasan hutan lindung, atau hutan rakyat. Nah, selanjutnya, kedepan akan dibahas lebih teknis dengan melibatkan pihak-pihak terkait agar warga yang telah mendiami dan menggarap tanah di kawasan ini tidak dirugikan.

“Kami mengapresiasi kunjungan dan kedatangan Lembaga Aliansi Indonesia yang telah bersedia mendampingi warga Desa Tombolo Pao, Malino. Sekaligus kami kalau boleh turut memberi masukan, warga ini dijadikan binaan lembaga agar mereka tetap bisa menggarap lahan mereka, sekalipun misalnya itu adalah kawasan hutan lindung atau kawasan hutan rakyat, tetapi tetap bisa dikelola oleh masyarakat, sisa nantinya bermohon izin kepada pemerintah daerah dan ditembuskan ke pemerintah Provinsi, intinya nanti kami bantu, ” kata Andi Sukri.

Sementara itu, Ketua Aliansi Makassar, Ibrahim Anwar mengapresiasi respon positif pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang memberi tanggapan positif untuk membantu warga agar tetap lanjut mengelola lahan mereka dan tidak terpengaruh oleh adanya oknum-oknum yang ingin mempermainkan lahan warga. “Inilah salah satu bentuk sinergitas yang coba kami bangun demi kepentingan masyarakat agar tidak ada lagi lahan mereka yang direbut ataupun dipermainkan oleh oknum-oknum tertentu. Aliansi Indonesia akan menjadi garda terdepan dalam menegakkan kebenaran, semoga warga yang datang mengadu ataupun meminta bantuan ke Aliansi Indonesia dengan niat yang baik dan tulus serta benar selalu kami bisa berbuat untuk mereka,” tutupnya. (ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here