ALAMAKKK !!! Sudah Habiskan Rp300 Miliar Uang Rakyat, Ternyata Lahan Pembangunan CPI Sengketa

0
4

MAKASSAR – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel membangun mega proyek di kawasan Center Point Of Indonesia (CPI) yang sudah menelan biaya kurang lebih Rp300 miliar, ternyata tanah di kawasan tersebut bermasalah hukum.

Hal ini diketahui pasca beredar informasi yang menyebutkan Pemprov Sulsel dan PT Yasmin Bumi Asri digugat dan dimenangkan oleh salah satu warga bernama Abdul Latief Makka, berdasarkan surat keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar nomor, 03/G/2015/P.TUN, bahwa tanah seluas 12 hektar yang berada di Kawasan CPI Jalan Metro Tanjung Bunga tersebut milik Abdul Latief Makka.

Hasil putusan tersebut beredar hingga ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, bahkan seluruh ketua fraksi DPRD Sulsel mendadak menggelar rapat tertutup di ruangan fraksi Golkar.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Kadir Halid membenarkan, dalam rapat dengan seluruh ketua fraksi membahas terkait dengan putusan tersebut.

“Kita juga kaget karena, lahan yang 12 hektar itu tiba-tiba bermasalah, dan diputuskan di Mahkamah Agung bahwa pak Latief Makka yang menang,” kata Kadir, Rabu 18 Januari 2017.

Menurutnya, mega proyek CPI itu telah menelan anggaran kurang lebih Rp300 miliar, bahkan DPRD Sulsel telah menambah anggaran untuk CPI sebesar Rp91 miliar.

“Inilah yang harus dirapatkan oleh Banggar, bagaimana dengan anggaran Rp91 miliar yang sudah terlanjur disahkan, sementara pak Gunernur kan selalu bilang kalau tanah yang 12 hektar itu sudah ada sertifikatnya, tetapi kenapa muncul hal seperti ini, coba perlihatkan sertifikatnya,” ujarnya.

DPRD Sulsel berencana akan memanggil pihak terkait dalam hal ini biro hukum Pemprov Sulsel dan pihak Kementrian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional.

“Kita mau dengarkan bagaimana sebenarnya permasalahannya, jangan sampai kita membangun di tanah milik orang lain,” tutupnya seperti dikutip dari salah satu media online. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here