Mie Instan Berenzim Babi Beredar

0
42

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep menemukan makanan instan diduga mengandung enzim babi, dijual bebas di sebuah mini market di Jl. Arya Wiraraja Sumenep.

“Awalnya ada seorang tokoh masyarat datang pada kami, sambil membawa sebuah produk seperti mie dari korea yang dijual bebas di mini market. Di kemasan produk itu bertuliskan bahasa Korea. Menurut dia, karena kebetulan tokoh masyarakat yang membawa produk ini bisa menerjemahkan bahasa korea, produk ini mengandung enzim babi,” kata Ketua MUI Sumenep, KH. Syafraji, Rabu (18/01/2017).

Ia mengaku langsung berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Kepolisian, dan Satpol PP, untuk melakukan razia terhadap mini market yang menjual produk diduga mengandung enzim babi tersebut.

“Kami langsung melakukan razia ke mini market yang dimaksud. Dan ternyata benar. Disitu dijual bebas, beberapa produk makanan instan dari Korea yang diduga mengandung enzim babi,” ujarnya.

Produk makanan instan dari Korea yang diduga mengandung enzim babi itu berwarna kuning sejenis mie dan berupa kue beras dengan saos asam manis pedas.

“Produk-produk itu selanjutnya kami minta untuk ditarik, dan tidak lagi dijual bebas. Kami kemudian akan melakukan pengecekan lanjutan bersama Dinas Kesehatan, karena tidak menutup kemungkinan, masih ada produk-produk lain yang diduga mengandung enzim babi,” ucap Syafraji.

Sementara itu, pengelola mini market di Jl. Arya Wiraraja, Valentine Gusno, meminta maaf atas temuan produk makanan dari Korea yang diduga mengandung enzim babi tersebut.

“Saya meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Sekali lagi, ini sebuah ketidaksengajaan, karena saya juga tidak tahu kalau produk itu diduga mengandung babi,” katanya.

Ia mengaku mendapatkan produk tersebut dari Surabaya, dengan mengambil langsung tanpa melalui distributor.

“Saya sendiri tidak mengecek kalau tidak ada label dari BPOM. Saya siap untuk menarik produk ini dan tidak dijual lagi. Saya janji akan lebih berhati-hati lagi, terutama untuk produk berbahasa Korea,” ucapnya. (inilah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here