Kejaksaan Tetapkan Kepala BPN Maros Andi Nuzulia Sebagai Tersangka Baru Korupsi Pembebasan Lahan Bandara Hasanuddin

0
2

Berdasarkan alat bukti yang cukup, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, kembali menetapkan tersangka baru. Kasus dugaan korupsi pembebasan lahan untuk perluasan bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Penyidik telah menetapkan Kepala BPN Maros Andi Nuzulia (AN) sebagai tersangka baru dalam kasus ini.

Ditetapkannnya Andi Nuzulia sebagai tersangka baru dalam kasus ini, karena diduga memiliki peran selaku Panitia Pengadaan Tanah (P2T). Karena diduga memiliki keterlibatan pembebabasan lahan dan rekayasa pengadaan lahan untuk perluasan bandara seluas 60 hektar. Hingga mengakibatkan kerugian negara, yang ditaksir mencapai hingga ratusan miliar rupiah.

Selain kepala BPN Maros yang ditetapkan sebagai tersangka baru, penyidik juga menetapkan empat orang tersangka yang masing-masing berinisial MD dan HZ selaku tim Satgas A, yang memiliki peran dalam hal identifikasi dan verifikasi yuridis lahan yang akan dibebaskan. Sedangkan HK dan HT selaku tim Satgas B yang berperan melakukan identifikasi dan verifikasi fisik lapangan.

“Kita telah menetapkan kembali 5 orang tersangka baru kasus pembebasan lahan bandara ini. Masing-masing berinisial AN, MD, HZ, HK dan HT,” tegas Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, Rabu (18/1/2017).

Penetapan kelima tersangka baru tersebut dalam kasus ini, kata Salahuddin berdasarkan hasil perkembangan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik. Selain itu juga berdasarkan minimal dua alat bukti yang cukup, yang menunjukkan keterlibatan kelima tersangka tersebut dalam kasus ini.

Dimana sebelumnya penyidik telah menetapkan empat orang tersangka pada tahap pertama, yaitu
Camat Mandai, Machmud Osman, kepala Desa Baji Mangai, Raba Nur, Kepala Dusun Bado bado, Rasyid dan seorang Kepala UPTD Maros, St Rabiah.

Salahuddin menuturkan, dengan ditetapkannya 5 tersangka baru tersebut, penyidik masih akan terus melakukan pengembangan guna mengusut tuntas siapa-siapa saja yang dianggap ikut terlibat dalam kasus ini.

“Kita tidak akan berhenti pada 9 orang tersangka ini saja, penyidik akan terus melakukan pengembangan, guna mengusut tuntas kasus ini,” tandasnya.

Salahuddin juga tidak menampik, kemungkinan akan ada lagi penambahan tersangka baru dalam kasus ini. Tapi semua itu tergantung dari hasil perkembangan penyidikan nantinya dan berdasarkan alat bukti yang cukup. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here