Kementerian BUMN Gelar ELP Guna Ciptakan Capital BUMN

0
26
Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah pencapaian dan rencana program kerja saat wawancara khusus dengan LKBN Antara jelang Peringatan Hari Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/8). Presiden juga memaparkan sejumlah permasalahan antara lain bidang ekonomi, sosial, politik, pembangunan, pendidikan, daerah perbatasan hingga kemaritiman. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/Spt/15

Kementerian BUMN menyelengarakan Executive Leadership Program (ELP), forum kepemimpinan untuk menciptakan human capital BUMN yang berkarakter kuat, bersih dan mengedepankan nurani.

Dalam tweet resmi di akun twitter milik Kementerian BUMN (@KemenBUMN) disebutkan, forum yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (25/1/2017) ini diselenggarakan mengingat kepemimpinan merupakan aspek yang sangat vital dan berperan strategis dalam suatu organisasi, serta pentingnya peran pemimpin sebagai motor penggerak perusahaan.

Kementerian BUMN berharap, forum ini menghasilkan SDM BUMN dengan kepemimpinan yang visioner, professional dan memiliki wawasan kebangsaan.

Disebutkan pula, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan bahwa pemimpin BUMN harus punya intuisi bisnis tajam dan pro kerakyatan. “ELP bertujuan untuk meningkatkan daya saing BUMN melalui pengembangan sinergi antar BUMN,” kata dia.

Dengan tema “Creating Global Leaders For Globalized” forum ini diharapkan juga akan memperkuat efektivitas kepemimpinan yang berkesinambungan dalam kompetisi global.

Program ini dinilai sangat penting, manakala peran BUMN semakin vital dalam menjalankan fungsinya sebagai agen pembangunan dan penciptaan nilai, serta diselenggarakan sebagai program pembekalan bagi direksi BUMN dalam rangka menghadapi holdingisasi dan persaingan global.

Executive Leadership Program diikuti seluruh direksi BUMN dan eks BUMN, anak perusahaan BUMN, perusahaan minoritas BUMN tertentu dan komisaris utama dari 7 BUMN. Selain itu, program ini juga diikuti oleh para pejabat eselon I dan II Kementerian BUMN.

Kehadiran forum ini diharapkan juga dapat semakin mendongkrak kinerja BUMN dalam menyokong roda perekonomian nasional. BUMN terus bersinergi mendorong pembangunan terintegrasi dan mengakselerasi pembangunan proyek strategis nasional.

Dalam akun resmi itu juga disebutkan, total aset BUMN pada 2016 mencapai Rp6.325 triliun, mengalami peningkatan sebesar 9,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan aset itu antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya investasi BUMN yang salah satunya dibiayai dengan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Perekonomian negara ini yang semakin membaik mulai kuartal II 2016, berdampak pada meningkatnya pendapatan BUMN sebesar 6% dibandingkan 2015. EBITDA dan Laba Bersih BUMN juga mengalami peningkatan masing-masing sebesar 11% dan 10%.

Selain pendapatan BUMN meningkat pada 2016, total kerugian BUMN tahun lalu juga turun cukup signifikan dari Rp11 triliun menjadi Rp6 triliun.

Dengan kinerja BUMN yang semakin membaik tersebut, ELP ini dapat dijadikan ajang untuk memacu kinerja BUMN menjadi perusahaan kelas dunia.

Forum ini terdiri atas 3 rangkaian, yakni batch 1 pada 2-4 Maret, batch 2 pada 9-11 Maret, serta batch 3 pada 16-18 Maret mendatang. Selama ELP, peserta mendapatkan silabus mengenai inspirational leadersip, business acumen, values, serta global and national insight. Selain itu, pelaksanaan ELP akan dipadukan dengan konsep 4R, yakni olah Raga, olah Rasio, olah Rasa dan olah Ruh. (ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here