DPRD Gelar Rapat Dengar Pendapat Bersama Nelayan Sinjai

0
8
Anggota Komisi II DPRD Sinjai menggelar Rapat Dengar Pendapat (Hearing) dengan perwakilan nelayan di Kabupaten Sinjai terkait aspirasi nelayan Sinjai yang menghadirkan pula sejumlah instansi terkait, yaitu Dinas Kelautan, Dinas Perizinan dan PTSP, dan Syahbandar Sinjai.
Kedatangan nelayan Sinjai untuk menyampaikan aspirasi terkait masalah Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan pendaftaran kapal yang dinilai prosesnya memakan waktu yang cukup lama sementara nelayan akan segera melaut jika kondisi cuaca baik.
Saat ini, pengurusan sejumlah izin kapal nelayan merupakan kewenangan provinsi. Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan Syahbandar Kelas III Sinjai, Muhammad Ridwan menjelaskan bahwa terkait prosedur pengurusan izin Surat Ukur Kapal, pendaftaran dilakukan secara online dan Syahbandar Sinjai melakukan pengukuran kapal dengan rekomendasi dari provinsi.
“Kami hanya memiliki satu SDM profesional untuk melakukan pengukuran kapal sementara ada sekitar 700-an kapal di wilayah kerja kami yang akan dilakukan pengukuran.Sejak awal Desember hingga saat ini sebanyak 400-an kapal telah selesai dilakukan pengukuran secara maraton dengan SDM yang terbatas ini kami tapi kami tetap optimis dan berusaha maksimalkan”, jelasnya.
Muh.Ridwan menjelaskan pula bahwa terkait belum dikeluarkannya Surat Persetujuan Berlayar (SPB)  bagi nelayan akibat kondisi cuaca ekstrim.
“Setiap minggu kami menerima informasi dari BMKG terkait kondisi cuaca serta kondisi ketinggian gelombang.Saat ini, ketinggian gelombang mencapai tiga meter di perairan yang merupakan daerah tujuan nelayan Sinjai menangkap ikan misalnya di perairan Laut Flores.Hal tersebut membuat kami belum mengeluarkan SPB karena kondisi cuaca ekstrim”,jelasnya.
Ia memberikan contoh, di Pelabuhan Larea-rea terdapat beberapa kapal yang belum berlayar dengan tujuan Laut Flores karena belum adanya SPB akibat cuaca ekstrim.
Penundaan pemberian izin SPB bagi sejumlah kapal nelayan di Sinjai telah berlangsung selama dua pekan.
Muhammad Ridwan yang telah menjabat selama tujuh bulan sebagai Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan  Syahbandar Kelas III Sinjai ini juga mengungkapkan bahwa pihaknya siap untuk memfasilitasi narasumber untuk memberikan penjelasan kepada nelayan tentang prosedur untuk memperoleh sejumlah izin bagi nelayan dengan kerjasama instansi terkait dalam hal ini pemerintah daerah.Sehingga para nelayan di Sinjai dapat semakin memahami prosedur pendaftaran secara online dan pengurusan izin di provinsi.
Wakil Ketua DPRD Sinjai, Djamaluddin dan Hj.A.Kartini Ottong yang ditemui di ruang kerjanya menjelaskan bahwa untuk memperoleh solusi dan sebagai bentuk apresiasi terhadap aspirasi sejumlah nelayan Sinjai maka pihak DPRD Sinjai rencananya akan menemui Ketua DPRD Sulsel untuk meneruskan aspirasi tersebut, Rabu besok.Rencananya pertemuan tersebut juga akan menghadirkan instansi terkait seperti Dinas Kelautan, PTSP, serta Syahbandar.
“Kami mengharapkan segera ada tindak lanjut mengingat nelayan kita setelah cuaca ekstrim akan kembali mulai melaut dan mereka membutuhkan izin”, jelasnya.
Ketua Komisi II DPRD Sinjai, Abd.Salam Dg.Sibali menjelaskan, bahwa sebelumnya telah melakukan koordinasi dan langkah nyata bagi nelayan Sinjai terkait regulasi tersebut, yaitu telah adanya draft MoU yang rencananya akan ditandatangani oleh delapan propinsi namun hingga kini belum terealisasi.
“Hal itulah yang akan kami mintai penjelasan nantinya di provinsi mengingat bahwa ada aturan yang menjelaskan bahwa setiap nelayan diberikan batas untuk menangkap ikan.Jika dalam batas tersebut hasil yang dicapai kurang, maka nelayan harus kembali dulu untuk melakukan pengurusan izin untuk pindah wilayah menangkap ikan.Regulasi seperti inilah yang membuat nelayan Sinjai mengeluh.Inilah nanti yang akan kami perjelas dalam pertemuan besok di provinsi”,jelasnya.
Undang Undang  No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran menjelaskan bagi nelayan yang berlayar tanpa kelengkapan dokumen maka akan dikenai pidana 5 tahun penjara dan denda 600 juta rupiah. (rhmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here